Acara Nobar Film Hanya Manusia, Kapolsek Dongko dan Anggota tak Ketinggalan

 

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek inisiasi acara nonton bareng (nobar) bertajuk nonton bareng Forkopimda film ‘Hanya Manusia’ bersama pelajar, media dan netizen bertempat di gedung bioskop News Star Cineplex (NSC) Jln Mayjend Sungkono No 78 lantai II utama sport center Trenggalek. Kamis (7/11)

Perlu diketahui bersama bahwasanya dari pemutaran film produksi Divisi Humas Polri yang digarap oleh sutradara muda Tepain Kobain dan mulai hari ini serentak tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Pada kesempatan nobar tersebut Kapolsek Dongko Polres Trenggalek AKP Tri Basuki,S.H., tak ketinggalan untuk bisa menyaksikan tayangannya. Dan beliau tampak duduk bersama dengan para Kapolsek Jajaran Polres Trenggalek dan PJU yang mengambil tempat di bangku deretan atas studio 1 NSC.

Sebelum pemutaran Film ‘Hanya Manusia’ Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., bersama Forkopimda, Bhayangkari, perwakilan Persit Kartika Candra Kirana, anggota Kodim 0806 Trenggalek, Kapolsek dan anggota jajaran Polres Trenggalek, masyarakat pelajar serta Netizen Polres Trenggalek, berfoto bersama kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kapolres Trenggalek sekaligus ucapan terimakasih atas kehadiran dan antusias penonton.

“Mari kita saksikan bersama
Film ‘Hanya Manusia’ yang banyak mengandung pesan moral dari gambaran film tersebut. Pokoknya seru,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Selama pemutaran film berdurasi 90 menit itu, semua penonton tampak tegang karena ada bagaimana cara Polisi menyelidiki suatu perkara dan juga adegan penyekapan serta tindakan kekerasan kepada korban penculikan.

Saat dikonfirmasi selesai kegiatan nonton bareng Kapolsek Dongko Polres Trenggalek AKP Tri Basuki,S.H., mengatakan, dari film berjudul ‘Hanya Manusia’ ini menyampaikan pesan bahwa sosok Polisi yang punya hati, tetapi tetap tegar untuk melakukan profesionalisme Kepolisian.

“Dalam profesi sebagai anggota polisi yang bertugas mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, polisi juga mempunyai rasa sedih lelah dan marah, namun di balik semua itu kita harus mengedepankan tingkat profesionalitas kita sebagai seorang polisi,” kata AKP Tri Basuki.

Dari film tersebut juga disampaikan pula pesan bahwa praktek perdagangan orang (human trafficking) bisa terjadi dengan berbagai macam modus operandi, namun yang digambarkan dalam film ini modus operandinya adalah penculikan utamanya terhadap para remaja perempuan yang duduk di bangku SMP juga SMA.

“Melalui film ini juga menyampaikan pesan moral terutama untuk generasi muda saat ini, jangan mudah percaya kepada orang yang baru kita kenal, apalagi sampai menawarkan pekerjaan yang tidak jelas yang ujungnya nanti akan menjadi korban perdagangan orang (human trafficking),” tandas AKP Tri Basuki.