Mulai Musim Hujan, Polres Trenggalek Pasang Papan Imbauan Waspada Bencana Alam

Polres Trenggalek – Wilayah Kabupaten Trenggalek secara geografis dikelilingi oleh daerah perbukitan dan aliran sungai yang melintasi beberapa kecamatan. Saat musim kemarau, kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Timur ini kerap mengalami kekeringan hingga kekurangan air bersih. Begitu pula sebaliknya, saat musim penghujan sebagai wilayah sering kali dilanda banjir maupun tanah longsor.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H, mengungkapkan, memasuki masa pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan, jajaran Polres Trenggalek telah mengambil langkah-langkah stratgeis guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam baik banjir maupun tanah longsor.

“Sejak jauh hari kita sudah mempersiapkan diri. Kita siapkan Satgas Bencana berikut perlengkapannya termasuk melakukan aksi bersih-bersih sungai bersama instansi terkait dan masyarakat” Ungkap AKBP Jean Calvijn

AKBP Jean Calvijn mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait maupun stakeholder untuk memetakan lokasi atau titik rawan bencana alam baik banjir maupun tanah longsor khususnya yang berpotensi membahayakan dan dapat mengganggu roda ekonomi masyarakat.

Dari hasil pemetaan tersebut, pihak Kepolisian berinisiatif memasang papan imbauan pada titik-titik strategis yang merupakan lokasi rawan terjadi bencana alam.

“Iya betul, sedikitnya sudah kita pasang 133 papan imbauan di 14 Kecamatan se Kabupaten Trenggalek” Jelas AKBP Jean Calvijn

Masih kata AKBP Jean Calvijn, tujuan dari pemasangan papan imbauan tersebut adalah agar masyarakat menjadi lebih waspada dan berhati-hati utamanya saat melintas di dekat lokasi tersebut serta meminimalisir jatuhnya korban baik jiwa maupun material.

Selain itu, lanjut orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini, pada lokasi fasilitas publik juga disiapkan papan petunjuk jalur evakuasi  dan menurut rencana akan didirikan posko kesiapsigaan dan tanggap bencana di masing-masing kecamatan.

“Harapannya tentu tidak sampai terjadi bencana alam, tetapi kesiapsiagaan dan persiapan merupakan salah satu hal penting. Jika ternyata terjadi kita sudah benar-benar siap sesuai dengan mitigasi bencana yang ditetapkan.” Pungkasnya