Kanit Binmas Sampaikan Materi tentang Dampak Perkembangan Medsos

Polres Trenggalek – Kemajuan zaman diiringi semakin pesatnya perkembangan tehnologi digital membuat penyebaran informasi melalui media sosial (Medsos) seringkali disalahgunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab, bukan untuk menyebarkan berita berdasar fakta yang ada namun malah menyebarkan berita bohong atau hoax yang bertujuan menciptakan ujaran kebencian, fitnah dan adu domba.

Guna untuk mengantisipasi penyebaran berita berita bohong (hoax)ditengah tengah masyarakat terutama yang ada di media sosial, unit Binmas Polsek Suruh Polres Trenggalek secara rutin mengelar dan melaksanakan bimbingan dan penyuluhan tentang dampak negatif dari perkembangan media sosial, kegiatan binluh tersebut seperti yang dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Suruh Aiptu Hermanto bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Wonokerto Bripka Eko Agus R, S.H yang pada pagi ini, Kamis (23/01) melaksanakan binluh bertempat diruang kelas SD Negeri Wonokerto kepada para guru dan wali murid SD Wonokerto.

Dalam kesempatan itu, Kanit Binmas Polsek Suruh Polres Trenggalek Aiptu Hermanto menyampaikan bahwa seiring berkembangan kemajuan dunia informasi memberikan kita berbagai kemudahan untuk mendapatkan berbagai kabar berita terbaru dari seluruh dunia, dengan kemudahan tersebut berbagai informasi dapat disampaikan dengan sangat cepat melalui internet dan sosial media.

“Kami berharap kepada bapak dan Ibu Guru serta wali murid siswa dan siswi SD Wonokerto jangan sekali kali melakukan atau memposting hal hal yang belum tentu kebenarannya serta berita-berita yang berbau sara maupun ancaman, provokasi dan fitnah,” kata Aiptu Hermanto

Ditambahkan oleh Aiptu Hermanto, banyak orang iseng yang akhirnya harus berhubungan dengan hukum karena penyebaran berita hoax, untuk itu saya punya tips untuk menangkal berita kebohongan atau hoak yaitu bijak, bidik, Investigasi, analisa dan kritis dalam menerima ataupun menyebarkan suatu berita.

Masih menurut Kanit Binmas Polsek Suruh bahwa berita bohong (hoax) yang menyebarkan kebencian, fitnah, adu domba antar golongan merupakan suatu tindakan yang membahayakan kita sebagai bangsa yang bernegara, dan secara hukum di Indonesia ini kita sudah mengantisipasinya melalui UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni UU Nomor 11/2008 yang kemudian direvisi dengan UU Nomor 19/2016, dan didalam UU ITE tersebut diatur ancaman hukuman yang tegas atas penyebar berita bohong yang disebarkan melalui media elektronik, tepatnya transaksi elektronik.

“Kami minta kepada bapak dan ibu guru serta wali murid dari SD Negeri Wonokerto untuk tidak segan segan segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau melapor ke Polsek Suruh Polres Trenggalek bila ada sesuatu hal yang bisa menimbulkan terjadinya gangguan kamtibmas,” pesan Kanit Binmas Aiptu Hermanto

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, M.H melalui Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra, S.H saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa telah mengintruksikan kepada jajarannya untuk terus memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang pengunaan internet cerdas kepada seluruh elemen masyarakat karena dengan melakukan hal tersebut, maka akan tercipta pengguna internet yang sehat dan kita dapat menangkal adanya berita berita bohong (hoax)

“Kami sangat berharap agar pengguna media sosial khususnya di wilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek ini bisa menggunakan internet yang positif, jangan sampai menyebarkan kabar atau berita yang belum diketahui kebenarannya, sehingga bisa berdampak negatif bagi orang lain atau kehidupan bermasyarakat,” tegas AKP I Wayan Sumantra.