Pastikan Kepemilikan Tanah, Pemerintah Gelar PTSL Tahun 2020

Polres Trenggalek – Desa Gamping Kecamatan Suruh pada tahun 2020 ini merupakan salah satu desa yang terpilih untuk mengikuti program dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek, yaitu sebagai lokasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2020 dan untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut, pada siang ini bertempat di Balaidesa Gamping dilaksanakan Penyuluhan PTSL 2020. Selasa (28/01)

Antusiasme warga Desa Gamping dengan adanya program ini cukup besar, dibuktikan dengan banyaknya warga yang hadir dalam acara Penyuluhan PTSL 2020 tersebut. Selain dihadiri oleh petugas dari ART/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Trenggalek, penyuluhan PTSL 2020 ini dihadiri juga oleh Camat Suruh Drs Agus Utoyo, Danposramil Suruh Letda Inf Sutopo, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra, S.H yang diwakili oleh Kanit Binmas Aiptu Hermanto, KBO Satbinmas Polres Trenggalek Iptu Kusnun, Kepala Desa Gamping Puguh Arbianto, Ketua dan Anggota Pokmas serta warga pemohon PTSL dari Desa Gamping.

Kepala Desa Gamping Puguh Arbianto, S.Sos menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Gamping telah mengadakan pertemuan untuk membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang nantinya bertugas untuk menyampaikan berita yang di dapatkan dari pembekalan pengumpulan Data Yuridis PTSL 2020, membantu komunikasi ke desa, serta yang bertugas membantu menginput data PTSL 2020.

“Kami menghimbau kepada Kepala Dusun (Kadus) untuk memberikan informasi terkait akan adanya penyuluhan PTSL di Desa Gamping kepada warga yang memiliki tanah yang masih letter C dan belum bersertifikat,” ujarnya

“Kami selaku Kepala Desa Gamping sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program PTSL tahun 2020 ini. Program ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh warga yang memiliki tanah tapi belum bersertifikat atau masih letter C, kepemilikan sertifikat merupakan hal yang penting karena selain untuk menjamin kepastian hukum yaitu sebagai bukti hak kepemilikan tanah, sertifikat tentu dapat digunakan masyarakat memperoleh penguatan modal hingga penguatan hukum untuk kegiatan usahanya,” Pungkas Kepala Desa

KBO Satbinmas Polres Trenggalek Iptu Kusnun dihadapan para peserta program PTSL dari Desa Gamping menyampaikan bahwa Program PTSL ini merupakan program dari Pemerintah dengan biaya pembuatan akta gratis dan dengan adanya program PTSL ini harus berjalan dengan cepat namun harus mengikuti aturan aturan yang ada.

“Kami minta untuk warga jangan terlalu mudah terprovokasi dan jangan mudah tertipu oleh oknum yang menawarkan pengurusan sertifikat, serta kami minta untuk warga selalu guyup rukun dan mengutamakan gotong royong dan selalu hindari perselisihan,” terang KBO Sat Binmas Polres Trenggalek Iptu Kusnun

Sementara itu, Widodo selaku tim dari BPN Kabupaten Trenggalek dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu dan melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki oleh warga masyarakat.

“PTSL yang populer dengan istilah sertifikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah warga, selain itu nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat dapat menjadikan sertifikat tesebut sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidupnya,” ujarnya.

“Pada tahun 2020, Kabupaten Trenggalek menargetkan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 60 ribu bidang. Seluruh tanah berupa tanah pertanian atau tanah tegal, baik berupa warisan, hibah maupun waqaf yang masih letter C dapat diikutsertakan dalam program ini. Adapun syarat yang diperlukan untuk PTSL 2020 ini adalah fotocopy E-KTP, fotocopy KK, fotocopy Pipil/ SPPT dan fotocopy letter C,” pungkas Widodo

Setelah sambutan dan penjelasan dari petugas ATR/BPN Kabupaten Trenggalek, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada kesempatan ini digunakan oleh peserta yang hadir untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum atau kurang dipahami berkaitan dengan PTSL ini.