Program PTSL Kembali Hadir di Desa Kedungsigit

Polres Trenggalek – Mengawali Tahun 2020 Desa Kedungsigit Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek mendapatkan kesempatan sebagai lokasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2020. Untuk itu pada siang hari ini Selasa (28/01/20) bertempat di Balai Desa Kedungsigit dilaksanakan Penyuluhan PTSL Tahun 2020 pukul 10.00wib hingga selesai pukul 11.30wib.

PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Turut hadir dalam giat tersebut, Widodo BPN Trenggalek bersama tim, Sholikin, SIP. MSi Camat Karangan, IPDA Siswanto Waka Polsek Karangan, Iptu Kusnun – KBO Binmas Polres Trenggalek, Kepala Desa Kedungsigit beserta perangkat desa, BKTM dan BABINSA Desa Kedungsigit, Ketua Pokmas Desa Kedungsigit beserta anggota, Masyarakat pemohon PTSL yang hadir sekitar 150 orang.

Sdr. Aries Cahyo Widagdo selaku Kepala Desa Kedungsigit mengucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan dan Muspika Karangan. Untuk saat ini pemohon yang mengajukan PTSL yang sudah masuk sebanyak 1200 pemohon. Mengenai persyaratan dan kelengkapan yang diperlukan akan dijelaskan petugas dari BPN dan apabila ada hal yang belum jelas silahkan ditanyakan kepada para petugas yang kompeten.

“Kami minta kepada para Kepala Dusun (Kadus) untuk memberikan informasi terkait akan adanya penyuluhan PTSL di Desa Kedungsigit kepada warga yang memiliki tanah yang masih letter c dan belum bersertifikat,” tambah Aris.

KBO Sat Binmas Polres Trenggalek Iptu Kusnun dalam kesempatan tersebut mengatakan kepada para pemohon PTSL dan Panitia Pokmas PTSL bahwa program PTSL ini berasal dari pemerintah pusat yaitu Presiden Republik Indonesia.

“Program PTSL ini harus berjalan dengan cepat dan mengikuti aturan yang ada serta masalah pembiayaan harus melalui musyawarah mufakat. Kesepakatan harus wajar dan masuk akal, mulai batok, materei serta seluruh warga maupun pemohon PTSL harus mewaspadai provokasi dan jangan mudah tertipu oleh oknum yang menawarkan pengurusan sertifikat dengan cepat serta warga harus selalu guyup rukun dan gotong royong untuk menghindari perselisihan,” pesan KBO Sat Binmas Polres Trenggalek Iptu Kusnun

Sedangkan Widodo dari Tim BPN Kabupaten Trenggalek menyampaian materi terkait penyuluhan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2020 dan tanah yang didaftarkan harus tanah yang jelas dalam pelaksanaannya masyarakat ada pokmas untuk saling membantu dan bekerja sama.

“Tanah yang belum bersertifikat dan sepanjang tidak ada sengketa bisa diikutkan dalam PTSL dalam pendaftarannya harus ada bukti tanah, akte, kwitansi, segel, perjanjian bermaterai saksi, sejarah perolehan dan apabila ada kekurangan segera dilengkapi serta kalau bukan haknya jangan diaku,” jelasnya

“Pengurusan pemberkasan milik pemohon PTSL supaya di bicarakan dengan pemohon dari masyarakat lewat musyawarah atau rembukan dan mencari solusinya serta getok tularkan kesempatan pengurusan ini karena tidak berulang,” pungkasnya.

Dalam sambutannya Waka Polsek Karangan Ipda Siswanto menyampaikan bahwa “Informasi mengenai PTSL sudah cukup jelas disampaikan oleh pihak-pihak terkait. Harapan saya diwilayah Desa Kedungsigit Kecamatan Karangan ini program PTSL dapat berjalan dengan lancar dan kondusif,” ujar Ipda Siswanto.