Wujudkan Keterbukaan Petugas Tempelkan Stiker Bansos

Polres Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menerapkan cara-cara khusus bagi penerima bantuan program keluarga harapan (PKH), yakni dengan memasang stiker pada rumah-rumah warga penerima bantuan.

Seperti pada pagi ini petugas pendamping PKH Kecamatan Suruh Rila dan Riyandu yang didampingi oleh Pejabat Kepala Desa Mlinjon Dendik Kuncoro, Bhabinkamtibmas Desa Mlinjon Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Bambang Hermanto, S.H dan Babinsa Desa Mlinjon Sertu Miswanto menempelkan stiker di rumah penerima bantuan di Desa Mlinjon. Selasa (28/01)

Koordinator PKH Kecamatan Suruh Nuryanto, S.Sos saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa penempelan stiker bantuan dan perlindungan sosial ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan masyarakat bisa melakukan pengawasan secara langsung.

“Dengan adanya stiker ini, masyarakat akan mengetahui bahwa yang bersangkutan menerima bantuan PKH dan tergolong keluarga miskin,” katanya.

Masih menurut Nuryanto bahwasannya masing-masing rumah tangga penerima bantuan akan terpampang stiker yang isinya mengumumkan bahwa rumah tangga tersebut penerima bantuan PKH dan tergolong warga miskin yang Intinya stiker itu akan mengumumkan kepada masyarakat dan tetangganya bahwa yang bersangkutan merupakan warga miskin dan menerima bantuan PKH.

“Menempelkan stiker pada keluarga penerima bantuan tersebut dengan tujuan untuk menekan terjadinya penyimpangan atau adanya bantuan yang tidak tepat sasaran,” kata Nuryanto

Lebih lanjut menurut koordinator PKH Kecamatan Suruh, pemasangan stiker kepada keluarga miskin dan kurang mampu penerima manfaat itu, terinspirasi dari beberapa Kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan sistem itu, seperti di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan di Kabupaten itu semua rumah penerima bantuan PKH diberi stiker bahwa mereka keluarga miskin dan menerima bantuan PKH, dan hasilnya ternyata sangat efektif, bahkan banyak keluarga yang menolak menerima bantuan, karena harus di tempel dengan stiker sebagai keluarga miskin.

“Semoga di Kabupaten Trenggalek khususnya diwilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek ini seperti Kabupaten lainnya dimana warga yang sudah mampu mengundurkan diri dari Program PKH ataupun bantuan dari Pemerintah lainnya sehingga bisa dialihkan kepada keluarga yang betul betul membutuhkan,” Pungkasnya

Bhabinkamtibmas Desa Mlinjon Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Bambang Hermanto S.H yang mewakili Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra, S.H menjelaskan bahwa penempelan stiker bansos di Desa Mlinjon Kecamatan Suruh kali ini dilaksanakan di Dusun Miri adapun jumlah stiker bansos penerima PKH, BPNT dan KIS sebanyak 43 KK dan dalam kesempatan penempelan ini ada tiga KK yang menolak untuk ditempeli stiker dengan kata lain mengundurkan diri

“Adapun warga yang mengundurkan diri dari program bansos atau Graduasi tersebut antara lain Sukatmi Alamat Dusun Miri Rt 50 Rw 09, Sulastri Alamat Dusun Miri Rt 48 Rw 09 dan Katiyah alamat Dusun Miri Rt 48 Rw 09 Desa Mlinjon,” kata Bhabinkamtibmas Desa Mlinjon Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Bambang H