Bhabinkamtibmas dan Babinsa Ikut dalam Sosialisasi Pupuk di Desa Binaan

Polres Trenggalek – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga agar penyaluran pupuk bersubsidi bisa optimal, salah satunya adalah mewajibkan anak usaha produsen pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi dan nonsubsidi hingga lini IV atau Kios Pupuk, pemberian pupuk bersubsidi kepada para petani tersebut dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Guna untuk mensosialisasikan tentang pupuk bersubsidi pada siang ini, Dinas Pertanian melalui tim penyuluh mengelar pertemuan bertempat di Rumah Wahono Rt 07 Rw 03 Dusun Jirak Desa Wonokerto Kecamatan Suruh, Rabu (12/02) dan dalam pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Desa Wonokerto Eko Wardono, S.Pd, Bhabinkamtibmas Desa Wonokerto Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Eko Agus R, S.H, Babinsa Desa Wonokerto Sertu Suparno, tim penyuluh dari Dinas Pertanian Dwi Sujatmiko dan Winardi.

Kepala Desa Wonokerto Eko Wardono, S.Pd dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada dinas pertanian yang telah memberikan sosialisasi tentang pupuk kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Wonokerto Kecamatan Suruh.

“Kami minta kepada ketua kelompok tani dapat berlaku adil dan kami harapkan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya antara lain mengkoordinasikan kegiatan gotong-royong untuk pengolahan lahan anggota kelompok tani secara bergantian, menggerakkan usaha penguatan modal kelompok tani, memimpin penyusunan Rencana Definitif Kelompoktani dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDK/RDKK), mengkoordinasikan penjualan hasil produksi, dan melakukan hubungan dengan pihak penyuluh, dinas pertanian serta pihak yang berkompeten lainnya,” katanya

Masih menurut Kades Wonokerto bahwa kelompok tani berfungsi sebagai wadah belajar bagi para petani untuk menggali segala macam informasi yang dibutuhkan, kedua sebagai wadah bekerja sama antar anggota kelompok tani maupun pihak lain dan ketiga sebagai wadah kegiatan usaha para anggota.

“Semoga kelompok tani dan pertanian didesa Wonokerto dapat semakin maju sehingga kedepannya dapat swasembada pangan dan mari kita bersama sama memajukan pertanian kita ini,” terang Eko Wardoyo

Sementara itu, Dwi Sujatmiko tim penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek dalam kesempatan itu sangat berharap keberadaan pupuk bersubsidi ini tepat sasaran dan petani di harapkan mencari terobosan tidak hanya tergantung pada pupuk bersubsidi saja tetapi bisa mengembangkan pupuk organik.

“Pemerintah pusat telah mengurangi jumlah pupuk bersubsidi untuk setiap kabupaten dan kota, untuk menyikapi hal itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Trenggalek siap mensosialisasikan penggunaan pupuk organik kepada para petani,” Ucapnya

Masih menurutnya, kami selaku tim penyuluh mempunyai tugas dan kewajiban untuk mensosialisasikan pupuk organik agar lebih masif lagi digunakan oleh warga, karena sejatinya pupuk organik adalah solusi terbaik jangka panjang untuk kesuburan tanah kita dan kami tim penyuluh telah berkomitmen, untuk melakukan pendampingan secara intensif kepada petani dan juga mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak dan menguntungkan para petani.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Wonokerto Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Eko Agus R, S.H yang mewakili Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra, S.H dalam kesempatan itu memberikan dan menyampaikan himbauan kamtibmas dan mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan masing masing serta menjauhi miras, narkoba maupun penyakit masyarakat serta lebih meningkatkan pengawasan terhadap para generasi muda agar tidak terjerumus kedalam kenakalan remaja maupun permasalahan hukum lainnya.

“Kami minta agar para orang tua dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap buah hatinya, supaya generasi dari bangsa ini tidak mudah terpengaruh dan terbujuk oleh hal hal negatif yang bisa menjerumuskan kedalam suatu kenakalan remaja seperti halnya mengkonsumsi miras maupun obat-obatan terlarang,” Jelas Bripka Eko Agus