Maksimalkan Pencegahan Covid-19, Forkopimda Trenggalek Tinjau Kampung Tangguh

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Resort Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. meninjau Kampung tangguh tepatnya di Desa Tegaren Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Kamis (28/5).

Dalam kunjungan yang juga dihadiri oleh Dandim 0806 Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos. tersebut mengecek langsung kesiapan desa tegaren sebagai salah satu pilot project penerapan Kampung Tangguh Semeru di Kabupaten Trenggalek.

Beberapa fasilitas penunjang diantaranya seperti chek point, posko penanggulangan Covid-19, Dapur umum, lumbung pangan dan pojok baca tak luput dari perhatian Kapolres dan Dandim. Satu persatu dari petugas, sarana prasarana hingga proses mekanisme di cek dan diperiksa sesuai dengan SOP dan protokol kesehatan yang berlaku.

“Pembentukan Kampung Tangguh ini merupakan kolaborasi antara kepolisian, TNI dan juga pemerintah dalam rangka mengakselerasikan penanganan covid-19 agar lebih optimal.” Jelas AKBP Jean Calvijn

“Kita cek kesiapannya dan fasilitas pelengkap dan pastikan semua berjalan sesuai SOP termasuk proses penerapan protokol kesehatan seperti kewajiban penggunaan masker, disiplin physical distancing dan lain-lain.” Imbuhnya.

AKBP Jean Calvijn menambahkan, program Kampung tangguh ini mengedepankan peran warga setempat serta relawan didukung jajaran Forkopimda dan gugus tugas yang ada sehingga benar-benar mampu secara mandiri menanggulangi dan mencegah Covid-19 yang nantinya bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain.

Sebagai tahap awal, di Kabupaten Trenggalek telah dirintis lima kampung tangguh yakni Desa Tegaren Kecamatan Tugu, Desa Baruharjo Kecamatan Durenan, Desa Sumber Kecamatan Karangan, Desa Karangsoko dan Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek.

Adapun fasilitas yang tengah disiapkan ditiap kampung tangguh diantaranya terdapat posko yang bertugas mencatat secara administrasi seluruh rangkaian kegiatan, kepengurusan mewakili unsur warga, karang taruna dan elemen masyarakat, lumbung pangan, dapur umum, ruang isolasi dan chek point.

“Nantinya, warga dari luar yang akan masuk ke Kampung Tangguh didata dan mengikuti serangkaian prosedur seperti pengecekan suhu tubuh dan kendaraan akan ditempeli stiker sebagai tanda telah melalui chekpoint.  Selain itu, juga disiapkan ruangan karantina dan lumbung pangan.”Ujar AKBP Jean Calvijn

“Progres selanjutnya ditiap kecamatan akan dibentuk minimal satu kampung tangguh.” Tambahnya

Pihaknya berharap, keberadaan kampung tangguh ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi positif dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.

“Dibutuhkan dukungan, komitmen kuat dan disiplin tinggi dari segenap elemen masyarakat agar kita bisa benar-benar terbebas dari pandemi covid-19.” Pungkasnya