Polisi Laksanakan Patroli Dialogis di Kampung Tangguh

Polres Trenggalek – Pandemi corona virus disease 2019 atau Covid – 19 yang melanda hampir di seluruh penjuru dunia menyebabkan segala lini kebutuhan manusia terganggu, guna untuk menghadapi dan mengatasi permasalahan pandemi Covid 19, Muspika Kecamatan Suruh bersama dengan kepala desa yang ada diwilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek secara serentak membangun kampung tangguh semeru 2020.

Salah satu kampung tangguh yang ada diwilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek adalah Desa Ngrandu, guna untuk meningkatkan sinergitas kemitraan diantara aparat keamanan dengan warga yang ada di kampung tangguh, pada pagi ini tiga personil Polsek Suruh mengelar dan melaksanakan patroli Harkamtibmas di kampung tangguh sekaligus dialogis bersama satgas Covid 19 kampung tangguh Desa Ngrandu bertempat di ruang isolasi mandiri Desa Ngrandu Kecamatan Suruh. Minggu (28/06)

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas Desa Ngrandu Polsek Suruh Polres Trenggalek Aipda Suwoyo yang turut dalam patroli harkamtibmas menyempatkan diri untuk memberikan dan menyampaikan himbauan dan berikan pesan pesan Kamtibmas sekaligus mengajak para relawan Covid 19 Desa Ngrandu untuk terus mensosialisasikan tentang protokoler kesehatan kepada seluruh warga yang ada di Kampung Tangguh Semeru 2020 Desa Ngrandu.

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP I Wayan Sumantra, S.H saat dikonfirmasi ditempat terpisah menyampaikan bahwa pada saat ini diwilayah Kecamatan Suruh baru ada satu desa yang dijadikan sebagai kampung tangguh sedangkan untuk enam desa lainnya masih dalam pengkajian dan persiapan menuju kampung tangguh semeru 2020.

“Pembentukan Kampung Tangguh Bencana Covid – 19 ini, merupakan hasil telekonferensi bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya, serta pembentukan Kampung Tangguh ini menjadi suatu yang harus dilaksanakan oleh Kabupaten maupun Kota di Jawa Timur yang berada dan masuk dalam zona merah,” kata Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra

Masih menurut Kapolsek Suruh bahwa pembentukan kampung tangguh ini harus didukung oleh partisipasi aktif seluruh masyarakat mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat lainnya, disiplin dalam menjalankan protokoler kesehatan serta warganya harus bisa ber gotong royong, kepedulian, saling membantu, terutama kepada yang terdampak Covid 19, baik yang terdampak langsung maupun secara ekonomi dengan memantapkan lumbung pangan di desa, masyarakat bisa bergotong royong menyediakan sayur mayur gratis, sebagai bentuk solidaritas. Inilah bentuk ketahanan pangan yang dibuktikan melalui solidaritas masyarakat.

“Pembentukan kampung tangguh merupakan semangat gotong royong dan swadaya dari masyarakat, partisipasi masyarakat yang dikedepankan dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta melakukan tindak lanjut penanganan korban akibat Covid 19,” Pungkas Kapolsek Suruh AKP I Wayan Sumantra