Wawancara Eksklusif Hari Bhayangkara Ke-74, AKP Randy Asdar Polisi Millenial Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Bagi setiap anggota Kepolisian, tanggal 1 Juli merupakan hari instimewa. Ya, hari ini, seluruh jajaran Kepolisian diseluruh tanah air memperingati tonggak lahirnya Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ke 74 tahun.

Memperingati Hari Bhayangkara ke-74 tahun ini, Tim redaksi akan menyajikan wawancara eksklusif dengan salah satu perwira muda berprestasi dan karir yang bisa dibilang cukup moncer. Siapa lagi kalau bukan AKP Randy Asdar, S.Kom., S.I.K.

Sosok perwira muda polisi yang mungkin dapat menjadi inspirasi tidak hanya bagi generasi millenial sekarang tetapi juga anggota Kepolisian lainnya. Tentang impian dan progres membangun Indonesia melalui Kepolisian RI. Bagaimana pandangannya tentang makna hari Bhayangkara.

Bagi sebagian warga Kabupaten Trenggalek Nama AKP Randy Asdar, S.Kom,, S.I.K., bisa dibilang cukup familier dan sudah tak asing lagi di telinga. Bagaimana tidak, meskipun baru enam bulan menjabat, perwira pertama yang menjabat sebagai Kasatlantas Polres Trenggalek ini kerap turun langsung di lapangan bersama anggotanya.

AKP Randy lahir di Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat yang juga dikenal dengan sebutan Kota Serambi Mekah. Masa kecilnya dihabiskan dikota tersebut lengkap dengan suka dukanya.

Saat remaja, Randy dikenal sebagai siswa yang cukup pintar dikelasnya. Meskipun sedikit bandel apalagi kalau sudah menyangkut urusan rambut tetapi tetap saja Randy menjadi jujukan bagi teman-temannya dikala mendapatkan PR khususnya mata pelajaran science seperti biologi, fisika, kimia dan matematika.

Jadi tak heran jika Randy kemudian memilih jurusan komputer saat kuliah. Tak seperti mahasiswa lainnya, Randy mampu menyelesaikan masa kuliah hanya 3,5 tahun saja. Ini membuktikan bahwa seorang Randy memiliki ketekunan dan integritas yang lebih dibanding lainnya.

Sesaat setelah menyelesaikan kuliah dengan IPK memuaskan, Randy kemudian memutuskan untuk mendaftarkan diri di Akademi Kepolisian (Akpol) melalui Panitia Daerah (Panda) Polda Sumatera Barat. Bersaing ketat dengan ribuan kandidat lainnya hingga kemudian dinyatakan lolos mengikuti pendidikan sebagai taruna Akpol di Semarang.

Selama bertugas sebagai anggota Polri, anak ke-4 dari 7 bersaudara ini memang lebih banyak bekerja di bidang kelalulintasan. Usai menjalani pendidikan Akpol, Randy ditempatkan di kawasan Indonesia Timur tepatnya di Polres Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai KSPKT. Tahun 2011 dipercaya sebagai Kanitturjawali Satlantas Polres Ende hingga kemudian tahun 2012 digeser ke Ditintelkam Polda NTT sebagai Pamin Siinteltek.

Masih ditahun yang sama, Randy dipercaya menjabat sebagai Kanitregident Polres Belu sebelum kemudian mendapat amanah sebagai Kasatlantas Polres Ende Polda NTT selama hampir 4 tahun. Kota yang juga merupakan tempat dimana Ir. Soekarno pernah diasingkan.

Tahun 2018, Anak Minang ini mendapat banyak pengalaman baru bidang Kehumasan mengingat ia harus ditugaskan di Divisi Humas Polri.

Berbekal saabrek pengalaman yang diperoleh selama bertugas diberbagai wilayah, tak salah jika AKP Randy kemudian dipercaya menjabat sebagai Kasatlantas Polres Trenggalek Polda Jatim terhitung tanggal 28 Januari 2020 silam.

Untuk mengetahui lebih detail tentang perjalanan karir dan apa yang sudah dilakukan oleh seorang AKP Randy, simak wancara ekseklusif tim redaksi berikut ini.

Apa yang memotivasi Pak Randy sebelum kemudian menjatuhkan pilihan berprofesi sebagai anggota Polri yang tentunya memiliki resiko tinggi?

Waktu saya masih kecil sama kayak anak-anak lainnya. Sering melihat polisi yang sedang bertugas dijalan-jalan. Terlihat gagah, berwibawa, tapi jujur saja sering takut juga. Tahu sendiri kan orang tua kita dulu kalau menakut-nakuti anaknya yang bandel sering kali bilang nanti dipanggilkan pak polisi.

Nah, bayangan gagahnya seorang polisi itu terus melekat dibenak saya. Baru setelah lulus SMA mulai realistis dan berfikir kayaknya susah juga menjadi seorang polisi apalagi membayangkan pendidikan yang demikian lama. Saya jutru ingin jadi seorang pengusaha. Kata orang, biar bisa jadi bos untuk diri sendiri hahahaha (tertawa-red).

Justru yang menyemangati agar jadi Polisi adalah kakak saya. Seringkali kakak saya bilang, tidak ada yang susah selama kita mau  berusaha dan tekun. Mengabdi sebagai seorang anggota Polisi adalah profesi mulia.

Setelah merenung panjang dengan berbagai pertimbangan dan saran dari orang tua, akhirnya saya putuskan mendaftakan diri ke Akpol. Seleksinya lumayan ketat, hanya 15 orang yang lolos dari hampir dua ribuan pendaftar waktu itu. Dan alhamdulillah saya adalah salah satu diantaranya.

Gak nyangka banget bisa lolos, bahkan kakak dan orang tua saya yang memang sejak awal mendukung cukup surprise. Akhirnya cita-cita jadi pengusaha harus saya tinggalkan dan memenuhi panggilan negara sebagai anggota Polri sampai sekarang.

Selama kurang lebih 10 tahun berdinas, pengalaman apa yang menurut Pak Randy paling berkesan?

Apa ya? Mungkin sama seperti anggota Polri yang lain, karena harus siap ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Indonesia. Banyak hal baru yang saya dapat selama bertugas di wilayah Indonesia Timur. Budayanya, karakter masyarakat yang mungkin jauh berbeda dengan daerah asal saya. Disitu saya banyak belajar tentang bagaimana menempatkan diri seperti kata pepatah `dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung`.

Saat menjabat sebagai KSPKT Polres Ende, waktu itu ada laporan masuk terkait gangguan keamanan di salah satu kecamatan di daerah pegunungan. Untuk menuju TKP dari Mapolres jaraknya lumayan jauh dan medannya juga berat. Maklum saja, memang Kabupaten Ende dikelilingi oleh pegunungan. Saya bersama beberapa anggota kemudian mendatangi TKP.

Setelah menempuh perjalan kurang lebih dua jam kami sampai di TKP. Uniknya begitu kami sampai di sana justru disambut meriah oleh warga.

Penasaran, setelah melakukan pendekatan dan menyelesaikan masalah bersama tetua adat setempat saya coba bertanya kepada salah satu warga yang kebetulan ada di TKP tersebut dan dijawab bahwa selama bertahun-tahun desa tersebut hampir tidak pernah kedatangan mobil polisi ditambah blue light yang merupakan perangkat standar kendaraan Polri mengingat jarak yang cukup jauh dan medan yang berat.  Alhasil, disepanjang perjalanan kami tak bisa berhenti menahan tawa.

Ada lagi saat saya menjabat sebagai Kasatlantas, masih di Polres Ende. Malam-malam mendapat laporan dari anggota dilapangan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang melibatkan massa yang berawal dari kasus perselingkuhan.

Saya kemudian bersama anggota langsung berangkat ke TKP. Dari hasil penyelidikan diketahui kalau tersangka saat itu bersembunyi di kamar mayat disalah satu gedung rumah sakit. Iya benar di kamar mayat dan itu sampai berjam-jam.

Bisa saja kami langsung membawa tersangka, tetapi sangat beresiko mengingat massa cukup banyak dan kami juga harus hati-hati dalam mengambil keputusan.

Saat tegang-tegangnya, saya panggil seorang anggota Reskrim yang ada di lokasi. Saya minta dia untuk ke kamar mayat tempat dimana tersangka bersembunyi dan saya suruh membawa tas yang isinya adalah baju seragam dinas saya. Jadi, kemana-mana saya memang selalu membawa seragam dinas cadangan di mobil.

Nah, saat menemukan tersangka, anggota tadi memakaikan seragam dinas polisi kepada tersangka dan membawanya keluar. Puluhan massa yang berada diluar tidak menyadari sama sekali bahwa yang barusan keluar dari gedung tersebut adalah tersangka dan langsung kami larikan ke Mapolres.

 

AKP Randy Kerap Turun tangan dampingi anggota dilapangan

Saat ini Pak Randy menjabat sebagai Kasatlantas Polres Trenggalek. Apa saja sih tantangannya?

Saya menjabat sebagai Kasatlantas di Polres Trenggalek kurang lebih 6 bulan berjalan. Hal pertama yang saya lakukan adalah pemetaan wilayah dan masalah yang bersifat urgent penanganan di Kabupaten Trenggalek. Hasilnya, saya temukan bahwa angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas disini cukup tinggi.

Dari aspek geografis, Kabupaten Trenggalek didominasi oleh wilayah pegunungan. Konsekwensinya tentu saja banyak jalan dengan tikungan, tanjakan dan turunan tajam.

Tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan lalu lintas juga menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kreatifitas agar semakin meningkat, didukung sinergitas lintas intansi dan stake holder serta melibatkan elemen masyarakat lainnya.

Progres apa yang ingin Pak Randy capai?

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tingkat angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Trenggalek ini relatif cukup tinggi. Progres saya kedepan, setidaknya dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas secara signifikan.

Saya akui ini bukan perkara mudah karena ada beberapa faktor dan akar masalah yang harus diurai satu persatu, analisis yang kuat dan tajam baru kemudian membuat rumusan penyelesaian masalah yang bersifat holistik dan komprehensif.

Dalam tataran konsep ada beberapa langkah prioritas yang nantinya akan saya pakai sebagai pijakan dalam pengambilan kebijakan strategis bidang kelalulintasan.

Pertama adalah penguatan internal. Pemenuhan standar kompetensi sumberdaya manusia agar Polantas dalam menjalankan tugasnya lebih profesional. Kemudian pemenuhan sarana prasarana yang memadai dan modern.

Kedua, penerapan metode yang saling berkesinambungan. Pola preemtif yang mengacu pada pembinaan atau penyuluhan dan edukasi kekinian dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas.

Preventif dengan mengoptimalkan penjagaan, pengamanan, patroli dan pengawalan. Mengedepakan sikap melayani dan humanis dalam rangka pencegahan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas. Dan pola represif yang merupakan langkah terakhir berupa penindakan hukum secara tegas dan terukur oleh petugas guna memunculkan detern effect bagi pelanggar. Dalam pelaksanannya wajib proporsional dan profesional.

Ketiga metode ini yang saya katakan tadi harus berkesinambungan. Satu sama lain saling berhubungan dan saling terkait, tidak bisa berdiri sendiri. Pelaksanaan di lapangan berpedoman pada hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif untuk menentukan pengerahan personel, timing, lokasi dan rekomendasi apa yang bisa kita lakukan.

Terakhir adalah pelibatan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Trenggalek. Konsepnya mirip dengan Polmas (Pemolisian Masyarakat.red) atau FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat.red). Kita coba angkat peran masyarakat ini untuk turut serta ambil bagian sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Kita upayakan melibatkan juga mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, generasi millenial, netizen hingga tokoh agama, masyarakat maupun pemuda serta komunitas tertentu untuk bersama-sama Kepolisian menciptakan Harkamtibselcarlantas yang mantap di Kabupaten Trenggalek.

Hal tersebut selaras dengan Motto `Trenggalek Mantap` yang dicanangkan Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si yang memiliki arti Melayani, Terpercaya dan Profesional.

 

Langkah kongkrit seperti apa yang akan Pak Randy lakukan untuk mewujudkan progres tersebut?

Sebagian progres diatas sebenarnya sudah tergelar. Memang belum sempurna dan masih butuh banyak penyempurnaan disana sini, tapi melihat greget anggota dan masyarakat, saya optimis progres tersebut bisa dilaksanakan dan hasil optimal.

Beberapa yang telah dilaksanakan diantaranya adalah memasifkan edukasi di semua jenjang pendidikan. Mulai Paud/TK, Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama dan tingkat atas hingga perguruan tinggi. Agar lebih greget kita turunkan maskot andalan Satlantas yakni si Bolis atau Boneka Polisi. Tugasnya menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat tentang tertib dan etika berlalu lintas.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan edukasi sedikit terkendala karena sekolah dan tempat kerja juga diliburkan. Jadi, fokus edukasi kita alihkan memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial yang saat ini sedang tren seperti facebook, twitter, instagram dan youtube. Kita buat konten-konten edukasi menarik berupa meme dan video pendek.

Kita juga luncurkan `Patroli Ngoceh`. Jangan salah paham dulu, Ngoceh disini bukan yang berkonotasi negatif lho, tetapi `Ngomong Cerdas, Edukasi dan Humanis`. Setiap kendaraan patroli baik roda dua maupun roda empat telah dilengkapi dengan sarana pengeras suara. Nah, saya melihat ini kurang diberdayakan. Oleh sebab itu, setiap kali patroli, petugas wajib menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas yang sifatnya `tematik` sesuai dengan perkembangan dinamika Kamtibmas terkini menggunakan pengeras suara tersebut, termasuk edukasi tentang keselamatan berlalu lintas.

Kemudian menyambut tatanan baru atau new normal ditengah pandemi Covid-19, kita buat edukasi masyarakat yang sedikit berbeda dan mungkin hanya akan ditemukan di Kabupaten Trenggalek dimana Polisi khususnya jajaran Satlantas setiap hari pada jam-jam tertentu berdiri ditengah jalan dengan membawa poster berisikan kalimat menarik dan lucu mengingatkan pengendara kewajiban mengenakan masker disamping pesan tertib berlalu lintas.

Alhamdulillah, setelah tergelar hampir satu bulan terakhir, kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker semakin meningkat. Bisa dipastikan hampir 99% pengendara di Trenggalek taat mengenakan masker. Begitu juga angka kecelakaan lalu lintas selama 2 minggu terakhir turun signifikan.

Dibidang pelayanan publik, sebagai bentuk dukungan terhadap program Kampung Tangguh Semeru yang dicanagkan oleh Kapolda jatim Irejn Pol Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si. kita buat inovasi Samsat Keliling Kampung Tangguh Semeru untuk mempermudah pelayanan warga khususnya yang berdomisili di Kampung tangguh di Kabupaten Trenggalek.

lagi-lagi, Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif. Bahkan meminta Samling bisa hadir setiap saat di Kampung Tangguh. Beberapa tokoh masyarakat setempat juga memberikan apresiasi atas gagasan ini.

Saat ini kita juga sedang bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan publik guna meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.red) dari Kementerian PAN-RB Republik Indonesia. Beberapa fasilitas kita perbaiki dan tambahkan dan tentunya ramah lingkungan, Ramah anak dan perempuan serta Ramah Difabel. Mohon Do`anya, tahun depan kita bisa meraih itu.

Sebagai Kasatlantas, tentu banyak diantara anggota yang secara usia jauh lebih tua. Terkadang ada pula anggota yang sedikit bandel. Bagaimana Pak Randy mengatasinya?

Pada dasarnya tidak ada masalah soal anggota yang berusia muda atau tua karena di organisasi Polri telah diatur sedemikian rupa tentang heirarki yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota. Bagi saya pribadi, bergantung pada pilihan gaya kepemimpinan. Pendekataan kekeluargan adalah salah satu kuncinya

Bagaimana kita bisa menempatkan diri dan mengelola organisasi dengan tetap berperan sebagai pimpinan tanpa merendahkan orang lain. Mau menerima masukan, saran positif dari siapapun sepanjang sejalan dan tidak bertabrakan dengan visi misi organisasi.

Yang Kedua, Reward and Punishment yang seimbang. Setiap prestasi anggota harus diberikan apresiasi dan penghargaan. Tidak harus berupa materi tetapi bisa berupa pujian atau yang lain. Sebaliknya bagi mereka yang melanggar diberikan teguran dan hukuman sesuai porsi kesalahannya.

 

Kedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas

Bagaimana kesan Pak Randy saat pertama kali menginjakkan kaki di Trenggalek?

Trenggalek itu kota yang tenang, damai dan sejuk. Tetapi dibalik itu, denyut ekonomi kota yang berjuluk `bumi menak sopal` ini tetap terlihat. Pembangunan disana sini menunjukkan Trenggalek adalah kota yang memliki masa depan cemerlang. Kesibukan masyarakat setiap harinya juga sama seperti kota lainnya.

Yang membedakan adalah karakter masyarakat yang sangat welcome kepada siapapun, bahkan kepada yang belum mereka kenal sekalipun. Sering kali saat blusukan ke desa-desa, ke kampung-kampung warga selalu menyapa penuh keramahan padahal belum pernah bertemu sama sekali. Ini yang mungkin belum pernah saya temukan di kota lain.

Satu hal yang membuat saya kagum adalah kekayaan alam dan budaya Trenggalek. Wisata alam eksotik banyak tersebar hampir disetiap kecamatan. Tiga wilayah pesisir, Watulimo, Panggul dan Munjungan memiliki pantai yang indah luar biasa. Pantai prigi, Pasir putih, Damas, Mutiara, Pelang, Blado dan masih banyak lagi.

Bagi para traveler dimanapun berada, jika ingin melihat keindahan miniatur Indonesia, Trenggalek adalah tempat yang saya recommanded. Datang dan buktikan sendiri.

Belum lagi, potensi sumberdaya alamnya. Hutan dan tambang hampir semua ada disini. Trenggalek bagi saya Istimewa dan nyaman.

Apa makna Hari Bhayangkara bagi seorang Randy Asdar?

Hari Bhayangkara adalah momen yang paling tepat untuk merefleksi diri. Sudahkah kita berikan pengabdian yang terbaik untuk organisasi Polri, masyarakat, bangsa dan negara? Refleksi untuk mengevaluasi diri dan kinerja kedepan yang lebih baik.

Di momen ini, hendaknya setiap insan Bhayangkara memutar kembali memori. Memahami nilai historis lahirnya Kepolisian Republik Indonesia dan bagaimana Polri bisa berperan aktif dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas, berpedoman pada Tribrata dan Catur Prasetya selaras dengan harapan masyarakat luas. Bagaimana caranya? bekerja sepenuh hati, ikhlas, berkarya dan berprestasi untuk institusi Polri tercinta.

Masih terngiang pesan dari orang tua saya, `Saat kamu memilih profesi sebagai anggota Polri maka kamu sudah mewakafkan hidupmu kepada negara dan bangsa. Mengikhlaskan diri untuk mengabdi kepada masyarakat`.

Kami mungkin masih belum sempurna, tapi percayalah bahwa kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik demi NKRI dan rakyat Indonesia.

Apa harapan Pak Randy untuk Polri kedepan?

Tantangan Polri kedepan tidaklah semakin mudah. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, kecanggihan modus operandi kejahatan dan peta keamanan global akan sangat berpengaruh terhadap situasi Kamtibmas di wilayah.

Anggota Polri harus selalu upgrade dan update. Upgare kemampuan dan sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Upgdare peralatan dan modernisasi sarana prasarana untuk menunjang kinerja.

Anggota Polri harus selalu mengikuti perkembangan zaman. Tidak boleh Kudet (Kurang Update-red). Ikuti terus informasi melalui media apapun. Gali potensi diri agar bisa bersaing dan selalu berada selangkah di depan dari para pelaku kejahatan. Jangan pernah menyerah.

Paradikma Polri sekarang sudah jauh lebih baik jika dibanding sebelumnya. Hasil survey dari salah satu lembaga  penelitian mengungkapkan Polri menempati posisi kedua dengan tingkat kepercayaan masyarakat mencapai 72,7%.  Bahkan menteri keuangan Ibu Sri Mulyani memberikan apresiasi kepada Polri sebagai institusi besar yang memiliki reformasi secara luar biasa.

Ini membuktikan bahwa Polri mampu menunjukkan keseriusannya menjadi salah satu lembaga yang kompeten dan profesional di bidangnya.

Terakhir, saya mengucapkan `Selamat Hari Bhayangkara ke-74` kepada seluruh anggota Polri dimanapun bertugas. Semoga Polri tetap jaya dan profesional. Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif.