Iptu Andi Bersama Forkopimcam Bahas Pelaksanaan Istigasah di Masa Pandemi Covid-19

Polres Trenggalek – Untuk mencegah munculnya klaster penyebaran virus Covid-19 dalam kegiatan masyarakat seperti Selawatan dan istigasah, Kapolsek Kampak beserta pemerintah Desa Bogoran serta Satgas Covid-19 Desa Bogoran melaksanakana musyawarah sebelum pelaksanaan acara. Berlokasi di Balai Desa Bogoran Kecamatan Kampak, kemarin pagi pemerintah Desa Bogoran bersama Forkopimcam gelar musyawarah terkait pelaksanaan istigasah dan Selawatan yang akan digelar malam harinya. Sabtu (01/08).

Hadir dalam musyawarah, Kapolsek Kampak Iptu Andi Salbi, Amd.Kep., S.H., Kasi Trantib Kampak Drs. Ribut Maulani, Kepala Desa Bogoran Bapak Ihsanudin S.E. bersama anggota BPD, satgas Covid-19, Bhabinkamtibmas Desa Bogoran Aipda Edy Sarwoko, Babinsa Bogoran Serda Winardi, beserta para anggota panitia penyelenggara kegiatan istigasah dan selawatan bermusyawarah membahas langkah-langkah yang sesuai dengan protokol kesehatan yang harus diambil dalam pelaksanaan istigasah dan selawatan yang akan dilaksanakan di Desa Bogoran.

Kades Bogoran, Ihsanudin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa “Pemerintah Desa bersama Muspika akan melakukan pengecekan kesiapan lokasi pelaksanaan istigasah dan selawatan tersebut. Tanggung jawab pengawasan memang sudah menjadi tugas tim Satgas Desa, namun kami juga meminta kesanggupan panitia penyelenggara untuk ikut mengawasi selama kegiatan berlangsung”, ucapnya.

Menurut Kasi Tantrib Kecamatan Kampak, Ribut maulani, kegiatan pengecekan dan pengawasan tersebut bertujuan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 baru di wilayah kecamatan Kampak.

“Kami semua tidak ingin kegiatan ini malah menjadi klaster Covid-19 yang baru di wilayah Kampak. Oleh karena itu diharapkan kerjasama semua pihak agar acara tetap berjalan sesuai protokol kesehatan,” jelasnya saat rapat.

Selain itu, Iptu Andi Salbi, Amd.Kep., S.H. juga menyampaikan beberapa pesan diantaranya di era tatanan baru perijinan penyelenggaraan keramaian sangat dibatasi, ada beberapa aspek yang harus terpenuhi.

“Dalam masa tatanan kehidupan baru, proses perijinan penyelenggaraan kegiatan yang mendatangkan keramaian sangat dibatasi, dan semua aspek penerapan protokol kesehatan juga harus terpenuhi sebelum kegiatan dimulai. Oleh karena itu semua kegiatan yang mendatangkan banyak orang harus disesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai arahan Bapak Bupati,” pungkas Iptu Andi.