Team Polsek Munjungan Lanjutkan Pencarian Laka Laut

9Polres Trenggalek – Polsek Munjungan bersama TNI, Basarnas, Kelompok Nelayan dan Masyarakat, maksimalkan upaya pencarian korban tergulung ombak dipantai Blado Kecamatan Munjungan.

Upaya yang dikerahkan oleh gabungan dari Polsek Munjungan, TNI, BASARNAS dan Kelompok Nelayan serta Masyarakat Munjungan  dalam proses pencarian korban tenggelam tergulung ombak pantai Blado sampai detik ini masih berlangsung. Berbagi metode pencarian dari Tim SAR telah dilakukan dengan maksimal, namun sampai berita ini dikabarkan korban naas tersebut masih juga belum diketemukan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kejadian tragis telah menimpa Siswanto (30th) salah satu warga Dusun Gembes Desa Masaran Kecamatan Munjungan pada Sabtu sore 05 September 2020. Bermula ketika Siswanto yang berprofesi sebagai nelayan tersebut berenang dari bibir pantai melewati ombak-ombakan hendak mengecek jaring ikan (Jaring tarik) yang dijalankanya tersebut sebelum mencapai didaratan, namun naas saat berenang tersebut ombak besar datang dan menerjang korban sehingga korban tergulung lalu hilang dan sampai saat ini masih belum ditemukan keberadaanya.

Jaring tarik itu sendiri adalah merupakan alat tangkap ikan sejenis Pukat dengan  jaring yang besar, panjang dan berkantong dibelakangnya. Dioperasionalkan secara vertikal dengan pelampung disisi atas kemudian pemberat disi bawah, dengan demikian Pukat ataupun jaring tersebut membentuk dinding didalam air yang akan melingkari kumpulan ikan supaya tidak melarikan diri dan ikan masuk kedalam kantong, lalu Pukat ini sendiri dapat dioperasionalkan dengan cara ditarik dari daratan menggunakan tenaga manusia, dan kebiasaan para nelayan ketika jaring tersebut hendak mencapai daratan ada salah satu nelayan yang bertugas berenang mendekati kantong jaring guna memastikan bahwa jaring tidak ada masalah sehingga ikan terperangkap dengan sempurna.

Kapolsek Munjungan Iptu Rohmad Hudi, S.Pd yang memantau langsung jalanya pencarian pada rabu (9/9) pagi, menghimbau kepada para nelayan dan Masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menjalankan profesinya masing-masing dan tidak lupa selalu memakai alat pelindung diri yang lengkap, sperti misal pelampung dan sebagainya ketika dilaut.

“Kami menghimbau kepada Masyarakat Kecamatan Munjungan, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas dilaut, jaga keselamatan, gunakan alat bantu seperti pelampung dan sebagainya ketika bekerja dilaut. Ini merupakan musibah yang telah dialami oleh Saudara kita, dan Saya berharap kepada semua Masyarakat untuk sejenak berdoa mohon kepada Allah,SWT semoga korban segera dapat diketemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali bersama keluarganya lagi, Amin” pungkas Rohmad. (Red/AA.)