Chek Point Ditutup, Polres Trenggalek Akan Maksimalkan Peran KTS

Polres Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah memutuskan untuk menutup chek point yang ada di tiga pintu masuk Kabupaten Trenggalek. Kebijakan penutupan chek point ini bukan berarti melonggarkan penanganan pandemi Covid-19, namun akan lebih difokuskan pada penerapan disiplin protokol kesehatan.

Kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek  tidak akan mengendorkan sedikitpun berbagai langkah yang telah berjalan, baik preemtif, preventif maupun penegakan hukum serta meningkatkan sinergitas bersama Kodim 0806 dan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. saat mengikuti konferensi pers penutupan chek point dan peningkatan disiplin protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengedalian corona virus desease 2019. Senin (14/9).

AKBP Doni mengatakan, mulai hari ini Senin tanggal 14 September 2020, Polres Trenggalek bersama dengan Kejaksaan, Pengadilan negeri dan Satpol PP telah melakukan operasi yustisi sebagai implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perda Jatim nomor 2 tahun 2020.

“Diharapkan dengan upaya penegakan disiplin ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan menjadikan disisplin protokol kesehatan sebagai budaya adaptasi kebiasaan baru.” Ujar AKBP Doni.

AKBP Doni menambahkan, selain penegakan hukum guna mendisiplinkan protokol kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat, pihaknya akan memaksimalkan dan memberdayakan peran Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang sudah ada dengan mengembangkan pencegahan berbasis komunitas.

“Mari kita budayakan disiplin protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman” Pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin, Dandim 0806 yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Sapto Tiyarso, Kajari Darfiah, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Trenggalek Ir. Joko Irianto, M.Si. serta kepala OPD jajaran Pemkab Trenggalek.