Dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, 2 Sekolah di Kecamatan Bendungan ini Terapkan Standarisasi Prokes Ketat

Polres Trenggalek – Dua sekolah di Kecamatan Bendungan hari ini mulai terapkan pembelajaran tatap muka.

Dua sekolah tersebut yakni SMAN 1 dan SMPN 1 Bendungan.

Guna meninjau pelaksanaannya, sejak pukul 06.00 WIB Satgas Disiplin Prokes Kecamatan Bendungan yang dipimpin Danramil Bendungan, Kapten Inf Supoto ini sudah bersiap di lokasi, Selasa (15/9/2020).

Bersinergi dengan pihak sekolah, petugas gabungan melakukan pemeriksaan satu-persatu baik kepada tenaga pengajar maupun siswa-siswi yang memasuki pintu gerbang sekolah.

Tak hanya melakukan pemeriksaan suhu badan, petugas pun mewajibkan semua yang hadir di lokasi untuk menggunakan masker.

Dikonfirmasi di lokasi terpisah, Kapolsek Bendungan, AKP Puguh Wardoyo, S.H.,M.H. menjelaskan, dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah yang ada di wilayahnya itu wajib menerapkan protokoler kesehatan sebagaimana Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perbup Trenggalek Nomor 31 Tahun 2020.

“Sebagaimana rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dua sekolah di Kecamatan Bendungan hari ini mulai menerapkan pembelajaran tatap muka. Satgas Disiplin Prokes hadir di lokasi untuk membantu pelaksanaan standarisasi Prokes agar lebih optimal,” ujar AKP Puguh.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa pihak sekolah sendiri sudah menyiapkan segala pirantinya mulai dari peralatan perlindungan diri, fasilitas cuci tangan, disinfektan, pengaturan jarak tiap siswa, termasuk jadwal pembelajaran secara bergelombang.

“Hasil peninjauan terakhir kemarin semua sudah siap. Seluruh piranti termasuk mekanisme pembelajaran di sekolah dijalankan sebagaimana protokoler kesehatan. Sambil prosesnya berjalan kami tetap melakukan pengawasan di lapangan,” tandasnya.

Masih kata AKP Puguh, dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, semua kegiatan ekstrakurikuler dan kantin sekolah sementara ditiadakan.

“Semua aktivitas di sekolah yang sekiranya mengarah kepada pengumpulan siswa di satu titik sementara ditiadakan, termasuk kantin juga ditutup. Dengan pemberlakuan aturan ini, munculnya cluster baru Covid-19 di lingkungan sekolah bisa diminimalisir,” pungkas AKP Puguh.