Polri Eratkan Hubungan dengan ParaTokoh, Bersama Tangkal Radikalisme

Polres Trenggalek – Perkembangan kelompok radikalisme sudah sangat menghawatirkan dan bisa muncul sewaktu-waktu, bahkan mereka bisa bertindak nekat meski di ruang publik. Untuk mengantisipasi semakin meluasnya jaringan radikalisme, Polsek Karangan Polres Trenggalek lakukan pendekatan dengan beberapa tokoh agama yang berada diwilayah Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, Jum’at (25/09/20).

Wakapolsek Karangan Ipda Siswanto S.H. Didamping anggotanya. Sambang Silaturahmi di tempat Tokoh Agama K.H. Masduki, juga selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-istiqomah Desa karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.

“Tujuan kami datang ke Ponpes Al-istiqonah asuhan KH. Masduki ini untuk bersilaturahmi sekaligus menjalin kemitraan serta mengajak, mewaspadai, dan menolak segala bentuk radikalisme yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, mengancam kedaulatan NKRI serta menimbulkan keresahan di masyarakat, ditengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini” ungkap Ipda Siswanto.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolsek Karangan mengharapkan Peran Tokoh Agama Tokoh Masyarakat juga mendiskusikan perihal keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Karangan. Selain itu tidak lupa Ipda Siswanto juga menyampaikan beberapa pesan dan mengingatkan sehubungan dengan Kamtibmas.

“Sebagai tokoh Agama , peran serta tokoh dalam menjaga situasi yang aman sangatlah penting, para tokoh sudah pasti lebih memahami sikap dan karakter masyarakat sehingga bisa memberikan konstribusi kepada Polsek Karangan selaku penanggung jawab keamanan di wilayah.”, tambahnya.

Kehadiran Wakapolsek Karangan bersama anggota tersebut disambut baik oleh K.H, Masduki dan mengatakan Ponpes Al-istiqomah selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan serta kerukunan antar umat beragama juga akan mengawasi para Santri agar tidak terpapar jaringan radikalisme serta Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda. Terangnya.

Pengasuh Pondok akan menekankan kepada santrinya bahwa teror atau perang bukanlah metode “jihad” yang relevan dengan perkembangan situasi saat ini, upaya memupuk perdamaian jauh lebih efektif, serta mengajak para santri selalu mematuhi Protokol Kesehatan, sehingga kita dapat terhindar dari Penyebaran Virus Covid-19.