Kembali Gelar Penertiban, Kapolres Trenggalek: Disiplin Warga Semakin Meningkat

Polres Trenggalek – Tim Satgas Covid-19 Polres Trenggalek berkolaborasi dengan Kodim 0806 dan Satpol PP kembali menggelar penertiban dan operasi yustisi terpadu. Kali ini kegiatan dilaksanakan di salah satu pusat kuliner dan jajanan yang berada di seputaran Trenggalek dan beberapa Kecamatan lainnya. Sabtu, (10/10).

Kegiatan didahului dengan apel bersama di halaman Mapolres yang dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. dan diikuti oleh seluruh personel gabungan yang terlibat. Apel dilakukan untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak dalam penertiban tersebut.

“Utamakan langkah persuasif didukung dengan sikap humanis. Kita kedepankan menggugah kesadaran masyarakat secara mandiri untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita jelaskan bahwa disiplin protokol kesehatan adalah vaksin yang paling efektif saat ini” Ujar AKBP Doni.

Dalam penertiban dan operasi yustisi tersebut, dibagi menjadi dua tim besar dengan wilayah sasaran yang berbeda. Petugas gabungan masih menemukan beberapa warga yang sedang menikmati malam minggu yang enggan menggenakan masker dengan berbagai macam alasan. Namun petugas tak pandang bulu tetap tegas memberikan tindakan atau sanksi dari teguran tertulis hingga denda.

AKBP Doni menuturkan, konsistensi dan komitmen bersama merupakan salah satu faktor penentu agar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dapat dicegah. Oleh sebab itu pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang kebetulan berada di lokasi tersebut untuk mematuhi protokol kesehatan yakni dengan cara memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman.

“Iya benar, masih ada sejumlah warga yang kedapatan tidak menggunakan masker. Namun jika dibandingkan dengan yang tertib masih jauh lebih banyak.” Imbuhnya.

Selain pengunjung, lanjut Kompol Mujito, pengelola maupun pedagang juga wajib mengikuti SOP yang ada seperti menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Sejauh ini semua sudah dijalankan dengan baik. Pengelola harus berani menegur dan menolak jika ada pengunjung yang datang tetapi tidak mentaati protokol kesehatan. Ini yang kita sebut dengan penanganan berbasis komunitas.” Pungkasnya