Terapkan Protokoler Kesehatan Untuk Putus Mata Rantai Covid 19, Kata Iptu Mujiat A

Polres Trenggalek – Kapolsek Suruh Polres Trenggalek Iptu Mujiat A, S.H bersama dengan Danposramil Suruh Letda Inf Sutopo serta Kasi Trantib Kecamatan Suruh pada siang ini melakukan peninjauan ke tempat destinasi wisata tebing lingga (WTL) yang berada di Desa Nglebo Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Sabtu (10/10)

Peninjauan tempat wisata oleh Muspika Suruh tersebut untuk mengecek kesiapan dan juga penerapan protokol kesehatan Covid 19 yang ada dilokasi wisata tersebut dengan tujuan untuk memastikan bahwa tempat wisata tersebut tidak akan menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Jangan sampai, setelah ada ijin dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek tempat wisata tersebut malah menjadi klaster baru dari penyebaran Covid 19,” kata Kapolsek Suruh Iptu Mujiat A

Dalam kesempatan ini, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek menegaskan di setiap tempat wisata wajib menyediakan tempat cuci tangan, handsanitizer, serta membatasi durasi kunjungan. Begitu pula dengan jumlah pengunjung, Kapolsek menekankan pengelola tempat wisata harus membatasi. Ia juga menghimbau untuk menolak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Saat ini, kita sedang gencar-gencarnya menerapkan protokol kesehatan, termasuk penggunaan masker dengan harapan, meskipun tempat wisata tersebut sudah diberikan izin untuk beroperasi tetapi harus sesuai dengan peraturan yang ada. Jangan menjadikan kesempatan ini untuk meraih keuntungan dan menimbulkan klaster-klaster baru,” lanjut Iptu Mujiat A

Masih menurut Kapolsek Suruh bahwa wisata-wisata lokal semacam ini bisa memberikan banyak keuntungan, selain untuk mengurangi masyarakat melakukan wisata keluar daerah selama pandemi, tempat wisata lokal juga bisa meningkatkan ekonomi untuk masyarakat sekitar sehingga perekonomian tetap berjalan dan juga masyarakat selamat serta tidak terpapar oleh adanya virus Corona.

“Saya minta kepada masyarakat sekitar untuk bisa mengendalikan langsung tempat wisata ini. Jangan sampai tempat wisata justru menjadi klaster baru penyebaran Covid 19 yang hingga kini belum menunjukan akan segera berakhir,” pesan Iptu Mujiat A