Gugah Kesadaran Warga, Petugas Gabungan Kecamatan Watulimo Kembali Gelar Penertiban Prokes

Polres Trenggalek – Tim Satgas Covid-19 Polsek Watulimo Polres Trenggalek berkolaborasi dengan TNI dari Koramil Watulimo dan Satpol PP kembali menggelar penertiban terpadu. Kali ini kegiatan dilaksanakan di salah satu pertokoan yang ada di wilayah Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Selasa, (13/10).

Kegiatan didahului dengan apel bersama di halaman Makoramil Watulimo yang dipimpin oleh Kanit Patroli Sabhara Polsek Watulimo Aiptu Sutikno bersama Batuud Koramil Watulimo Peltu Koirudin dan diikuti oleh seluruh personel gabungan yang terlibat. Apel dilakukan untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak dalam penertiban tersebut.

“Utamakan langkah persuasif didukung dengan sikap humanis. Kita kedepankan menggugah kesadaran masyarakat secara mandiri untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita jelaskan bahwa disiplin protokol kesehatan adalah vaksin yang paling efektif saat ini” Ujar Aiptu Sutikno.

Dalam penertiban dan operasi tersebut, petugas menyasar sejumlah pengunjung toko maupun pengguna jalan yang melintas. Petugas gabungan masih menemukan beberapa warga beraktivitas di tempat tempat yang enggan menggenakan masker dengan berbagai macam alasan. Namun petugas tak pandang bulu tetap tegas memberikan tindakan atau sanksi dari teguran tertulis hingga sanksi sosial.

Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H menambahkan, konsistensi dan komitmen bersama merupakan salah satu faktor penentu agar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dapat dicegah. Oleh sebab itu pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang kebetulan berada di lokasi tersebut untuk mematuhi protokol kesehatan yakni dengan cara memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman.

“Iya benar, masih ada sejumlah warga yang kedapatan tidak menggunakan masker. Namun jika dibandingkan dengan yang tertib masih jauh lebih banyak.” Imbuhnya.

Selain pengunjung, lanjut AKP Suraji, pengelola maupun pedagang juga wajib mengikuti SOP yang ada seperti menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Sejauh ini disiplin warga makin meningkat dan semua sudah dijalankan dengan baik. Pengelola harus berani menegur dan menolak jika ada pengunjung yang datang tetapi tidak mentaati protokol kesehatan. Ini yang kita sebut dengan penanganan berbasis komunitas.” Pungkasnya