Kuatkan Persaudaraan dan Kepedulian Guna Mewujudkan Kamtibmas Kondusif

Polres Trenggalek – Peringatan Maulid Nabi yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini dijadikan cerminan untuk membangkitkan dan menjaga semangat Nabi Muhammad SAW dalam diri umat islam.sebagian besar umat Islam merayakan Maulidan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bertempat di Mushola Mapolsek Karangan Polres Trenggalek telah di gelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1442 H / 2020 M mengambil tema “Dengan keteladanan Nabi Besar Muhammad S.A.W Kita Kuatkan Persaudaraan dan Kepedulian guna Mewujudkan Kamtibmas Yang Kondusif”.

Pada pagelaran peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., Brigadir Siswanto yang juga merupakan anggota Polsek Karangan Polres Trenggalek mengisi ceramah untuk siraman rohani peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.

Tampak Kapolsek Karangan Polres Trenggalek AKP Tri Basuki S.H. membuka acara dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada anggota sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Terimakasih diucapkan kepada seluruh anggota yang sudah hadir dan ini merupakan acara rutin setiap hari kamis yakni kegiatan Kamis pembinaan rohani dan mental (binrohtal) sekaligus bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W.” Ucapnya

Selain itu dalam rangka hari libur panjang dan cuti bersama, kami dari Kepolisian Sektor Karangan tetap bersiaga dan mengisinya dengan kegiatan religi agar bisa bermanfaat untuk jasmani juga rohani. Tegas AKP Tri Basuki.

“Perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad S.A.W agar kita mendapat limpahan berkah dan dengan sering membaca sholawat yang di dasari kecintaan kita maka hati kita akan menjadi tenang.”terangnya.

Brigadir Siswanto pun menambahkan bahwa Hablumminallah ini meliputi patuh kepada perintah syariat, rela dengan ketentuan dan takdir serta pembagian rezeki dari Allah SWT, termasuk meninggalkan kehendak nafsu semata-mata untuk mencari keridhoan-Nya.

Sedangkan aspek sosial atau hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk muamalah adalah interaksi yang berhubungan dengan akhlak, seperti kejujuran, sopan santun, termasuk yang berhubungan dengan kebendaan seperti halal haram, syubhat, dan madaratan.

“Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, beliau menjalankan kedua aspek tadi dengan komplit, bijak, proporsional, dan maksimal. Karena hal itu adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” tandas Brigadir Siswanto.