Kapolres Trenggalek Potong Tumpeng HUT Ke-75 Brimob

Polres Trenggalek – Memperingati HUT ke-75 Brimob, Polres Trenggalek menggelar tasyakuran dan reuni di halaman taman batu Mapolres Trenggalek, Sabtu (14/11).

Meskipun digelar secara sederhana namun tak mengurangi rasa khidmat dari seluruh personel yang mengikuti acara ini. Uniknya, semua peserta yang merupakan eks Brimob Nusantara menggunakan baju kebesaran Brimob yakni Loreng pelopor berwarna dasar hijau dipadu loreng berwarna hitam, putih, dan kuning lengkap dengan baret biru kebanggaan pasukan elit Polri ini.

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu tradisi yang tidak boleh terlewatkan sebagai simbol-simbol sejarah dan mengenang kembali perjuangan Brimob selama ini yang harus disampaikan kepada penerusnya.

“Tasyakuran HUT ke-75 Brimob ini digelar agar jiwa korsa sebagai anggota Brimob tetap terjaga. Demikian juga dengan para purnawirawan agar tetap terjalin silaturahmi dan rasa persatuan sebagai keluarga besar Polri tetap terjalin baik,” Ujar AKBP Doni.

AKBP Doni berharap dengan bertambahnya usia menjadikan Brimob sebagai satuan Polri tetap mampu mempertahankan dan menjunjung tinggi kehormatan serta kebanggaannya sebagai bagian dari Polri.

“Saya harapkan jaga kekompakan dan loyalitas tinggi, tetap menghargai kepada anggota yang lain dan para senior,” harapnya.

“Dirgahayu Brimob Polri. Sekali melangkah pantang menyerah sekali tampil harus berhasil. Jiwa ragaku untuk kemanusiaan, Brimob untuk indonesia” Imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Doni berkenan memotong tumpeng sebagai wujud rasa syukur dan menyuapkan kepada anggota eks Brimob senior dan paling muda.

Sebagai informasi, Brimob merupakan pasukan elit Kepolisian Republik Indonesia yang secara umum memiliki tugas dalam bidang kemiliteran untuk mempertahankan dan memelihara keamanan serta ketertiban dalam negeri yang kemarin tepat pada tanggal 14 November 2020 genap berusia 75 tahun.

Menilik sejarah kelahiran Brimob, Brimob dibentuk pertama kali dengan nama Pasukan Polisi Istimewa yang diberikan tugas melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota.

Sebagai pasukan yang memiliki sikap dan daya juang tinggi, sehingga mampu memberi dorongan serta motivasi yang besar terhadap moral dan keuletan tekad bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan penjajah di bumi Indonesia, di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin pasukan polisi istimewa ikut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.