Sosialisasi dan Launching Inovasi Demam Berdarah oleh Puskesmas Suruh

Polres Trenggalek – Untuk mengantispasi meluasnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Propinsi Jawa Timur, khususnya di wilayah Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek, UPTD Puskesmas Suruh bersama Pemerintah Kecamatan Suruh pada pagi ini mengadakan pertemuan Lintas Sektor serta Sosialisasi dan Launching Inovasi Demam Berdarah (DBD), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Suruh. Jumat (13/11)

Turut hadir dalam kegiatan lintas sektor tersebut antara lain Pjs Camat Suruh Dwi Ratna Widyawati AP MM, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek Iptu Mujiat A, S.H, Danposramil Suruh Letda Inf Sutopo yang diwakili oleh Serma Muguh Raharjo, Kepala Puskesmas Suruh dr Reza Suzana, Kepala Instansi se Kecamatan Suruh, Kepala Desa se Kecamatan Suruh, TP PKK serta tenaga kesehatan

Dalam pertemuan itu membahas tentang situasi dan perkembangan DBD di wilayah Kecamatan Suruh serta upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan dalam memberantas DBD sekaligus membahas tentang pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19

Plt Camat Suruh Dwi Ratna Widyawati AP, MM dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan seperti saat ini sangat penting untuk antisipasi hal hal yang mungkin akan terjadi di musim penghujan seperti mewabahnya demam berdarah dengue (DBD)

“Dalam setiap tahunnya, demam berdarah masih menjadi penyebab kematian di Indonesia dan untuk mengantisipasinya perlu adanya suatu pemahaman dan tata cara sederhana dalam pencegahannya,” ucap Dwi Ratna Widyawati

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek Iptu Mujiat A, S.H dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasih atas undangan dalam giat saat ini dan dengan harapan semoga acara sosialisasi tentang inovasi demam berdarah saat ini bisa bermanfaat dengan lancar

“Pada saat ini sedang terjadi musim pancaroba, dan dalam situasi seperti ini penyakit demam berdarah yang paling rentan terjadi untuk itu kami minta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga kebersihan demi untuk mencegah demam berdarah dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” kata Iptu Mujiat A

Masih menurut Kapolsek Suruh bahwa dalam menjalankan tugas tugas Kepolisian yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa adanya peran serta dari seluruh lapisan masyarakat maka tidak mungkin dapat terlaksana secara maksimal untuk itu kami minta kepada seluruh warga untuk turut serta membantu menjaga kamtibmas dilingkungan masing masing dan kami mengharapkan adanya kerjasama yang baik antar instansi sehingga semua permasalahan bisa di selesaikan dengan baik.

“Pada saat ini ada kecenderungan kenaikan warga yang positif covid 19 untuk itu agar tetap memperhatikan protokoler kesehatan serta kami minta warga untuk mewaspadai adanya bencana alam baik tanah longsor dan banjir maupun bencana alam lainnya,” pesan Iptu Mujiat A

Sementara itu Kepala Puskesmas Suruh dr Reza Suzana dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan saat ini dalam rangka sosialisasi terkait demam berdarah dan dalam situasi seperti saat ini di perlukan cara maupun inovasi untuk mencegah timbulnya demam berdarah dan angka kematian akibat demam berdarahpun tergolong tinggi.

“Sampai saat ini penyakit DBD masih menjadi masalah di Jawa Timur, Angka kejadian kasus per 100.000 (IR) penduduk meningkat dari tahun ketahun, akan tetapi walaupun IR masih meningkat, CFR menurun dari tahun ke tahun. CFR ini merupakan indikator keberhasilan upaya penanggulangan kasus, bahwa penanganan kasus yang dilakukan di puskesmas dan rumah sakit sudah maksimal. Sementara peningkatan kasus sangat besar sekali dipengaruhi oleh perilaku masyarakat sehingga untuk menyelesaikan hal tersebut sangat penting sekali peran serta masyarakat dan berbagai sektor terkait, terutama dalam hal pemberantasan sarang nyamuk,” kata Kapolsek Suruh

dr Reza Suzana menyampaikan bahwa untuk mencegah perkembangan demam berdarah kita bisa melakukan beberapa langkah yang antara lain menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, membuang dan menutup barang bekas yang dapat menampung air, memantau apakah ada jentik – jentik nyamuk serta tidak menggantung pakaian, memelihara ikan, hindari gigitan nyamuk, membubuhkan abate, memasang kelambu saat tidur di malam hari.

“Kita harus terus peningkatan penyuluhan untuk mendidik masyarakat agar memahami bagaimana mencegah DBD yang efektif serta meningkatkan kerjasama stakeholder, agar semua pihak menyadari bahwa DBD adalah masalah bersama, tidak hanya di lingkungan rumah tapi juga di lingkungan sekolah dan tempat-tempat ibadah,” terang Kepala Puskesmas Suruh.