Melawan Corona, Esensi Disiplin dan Kebersamaan

Polres Trenggalek – Langkah terbaik menghadapi pandemi Covid-19 saat ini adalah mengoptimalkan upaya pencegahan.

Terlepas dari beragamnya pemahaman masyarakat tentang realita pandemi Covid-19 ini, institusi Polri khususnya Kepolisian Sektor Bendungan tak pernah lelah untuk mengedukasikan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

Melalui slogan 3M yang berarti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, selalu menjadi bahasan utama ketika segenap personel Polsek Bendungan menjalankan aktivitas sehari-hari yang tentunya bersinggungan dengan Harkamtibmas.

Di setiap kesempatan pula, mulai dari Kapolsek Bendungan sampai seluruh anggota, slogan 3M ini pun terus diulang-ulang, dengan tujuan agar melekat ke dalam pikiran bawah sadar masyarakat hingga menjadikan sebuah budaya kepatuhan untuk bersama-sama melawan dahsyatnya efek pandemi.

“Kunci utama memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah disiplin 3M. Lebih efektif lagi jika kepatuhan dalam rangka pencegahan ini dilakukan secara kolektif, tidak sendiri-sendiri,” ujar Ipda Siswanto, S.H. saat ditemui redaksi di sela-sela kegiatan pendisiplinan masker di wilayah Kecamatan Bendungan, Minggu (15/11/2020).

Masih kata Perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Wakapolsek Bendungan ini, Polri maupun aparatur pemerintah lainnya hanya sebagai alat negara yang dikedepankan dalam hal penertiban.

Dalam cakupan tertentu, pelaksanaan tugas aparatur pemerintah yang berkaitan langsung dengan upaya pendisiplinan tersebut juga terbatas.

“Masyarakat harus lebih bijak dan cerdas berhadapan dengan pandemi. Waktu dan jam tayang petugas khususnya yang bersinggungan langsung dengan penertiban Prokes bisa dibilang terbatas. Belum lagi dihadapkan dengan bidang tugas lainnya yang juga berhubungan dengan Kamtibmas,” tandas Ipda Siswanto.

Bukan berarti “mengeluh”, kata Ipda Siswanto menegaskan penjelasannya, tetapi masyarakat diminta agar lebih bijak bahwa keterbatasan waktu dan keberadaan aparat yang ditugaskan untuk melaksanakan penertiban itu tampaknya sia-sia jika tak diikuti dengan kesadaran sepenuhnya oleh masyarakat.

Tak cukup itu saja, Ipda Siswanto melanjutkan, kesadaran dan kemauan tiap individu untuk saling mengingatkan satu dan yang lainnya agar bisa mematuhi protokol kesehatan justru menjadi vaksin yang paling baik.

“Perlawanan terhadap corona membawa hasil maksimal kalau semua pihak saling mengingatkan agar patuh menjalankan protokol kesehatan. Kuncinya adalah disiplin tadi, karena itu adalah vaksin terbaik saat ini,” jelasnya.

Menguatkan hal itu, Ipda Siswanto menyampaikan hasil riset bahwa mencuci tangan dengan sabun bisa menurunkan risiko penularan sebanyak 35%, memakai masker kain menurunkan risiko penularan sebanyak 45%, masker bedah 70%, sementara menjaga jarak minimal 1 meter bisa menurunkan penularan sebesar 85%.

“Hasil riset merupakan bukti untuk mendukung langkah-langkah pencegahan tersebut. Mari, selalu patuhi protokol kesehatan demi keselamatan kita dan generasi selanjutnya,” pesan Ipda Siswanto.