Langkah Koordinasi Dilakukan Kapolsek Karangan dalam Percepatan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Polres Trenggalek – Upaya memperketat dan memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Covid 19, Kapolsek Karangan Polres Trenggalek AKP Tri Basuki, S.H. bersama anggota menyempatkan diri mengunjungi puskesmas Karangan untuk melakukan koordinasi dengan dr. Tita Riskana selaku Kepala Puskesmas Karangan terkait perkembangan tindak lanjut penanganan pencegahan Covid-19 di wilayah Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. (16/11).

Pertemuan koordinasi yang dilakukan oleh Kapolsek Karangan di ruang Kepala Puskesmas Karangan ini dilakukan guna berkoordinasi dengan pihak kesehatan yakni puskesmas agar bersinergi dalam pencegahan Virus Covid-19 agar virus ini tidak masuk di wilayah Kecamatan Karangan.

Dalam kesempatan ini, Kapolsek Karangan AKP Tri Basuki mengajak untuk selalu bersinergi antara Polsek Karangan dan Puskesmas Karangan serta bekerjasama dengan unsur Forkopimcam dalam rangka mensosialisasikan pada masyarakatat untuk tetap memperhatikan protokoler kesehatan. guna mencegah penyebarannya.

“Melalui upaya seperti saat ini membangun sinergitas kemitraan bersama para medis yang merupakan garda terdepan dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid–19 berharap dapat memberikan manfaat dan berkontribusi bagi seluruh masyarakat, terutama dalam upaya memerangi penyebaran wabah Covid–19,” tutur Kapolsek AKP Tri Basuki.

Usulan yang disampaikan Kapolsek Karangan tersebut mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak Puskesmas. Pihak Puskesmas siap untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam segala langkah penanganan Covid-19 dan siap untuk memberikan penyuluhan kepada semua elemen di wilayah Kecamatan Karangan.

“Terimakasih atas kedatangan pak Kapolsek dan anggota di Puskesmas Karangan, apa yang disampaikan pak Kapolsek terkait langkah penanganan Covid-19 tadi, kami tenaga medis Puskesmas Karangan siap bekerja sama dalam rangka penanganan percepatan, pencegahan, penyebaran virus corona, kita sukseskan apa yang menjadi program pemerintah” ungkap dr. Tita Riskana.