Tetap Prima di Tengah Pandemi, Polsek Bendungan Terapkan Metode Rockport pada Kartu Menuju Bugar Kemenkes RI

Polres Trenggalek – Memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah dambaan setiap orang.

Dengan tubuh yang sehat dan bugar, aktivitas yang dilakukan pun akan terasa mudah, ringan, dan tanpa dibebani perasaan cemas akan terjadi sesuatu sesudahnya.

Apa sih sebenarnya definisi sehat dan bugar itu?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, definisi sehat adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Sedangkan definisi bugar yaitu kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan penuh energi dan setelah menyelesaikan kegiatan tersebut masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu senggang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yang mendadak atau tidak terduga.

Di tengah perjuangan melawan pandemi Covid-19 saat ini, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh tentunya menjadi hal wajib yang harus dilakukan setiap saat.

Membahas mengenai tema di atas, Kepolisian RI khususnya di jajaran Polsek Bendungan Polres Trenggalek merespon cepat dengan melatihkan sebuah konsep kebugaran jasmani melalui Kartu Menuju Bugar.

Sosialisasi yang dilaksanakan pada saat apel pagi yang juga untuk mendukung program Menuju Indonesia Bugar tahun 2020 ini dipimpin langsung Kapolsek Bendungan, AKP Puguh Wardoyo, S.H.,M.H., Selasa (17/11/2020).

“Untuk mendukung kelancaran tugas Harkamtibmas, personel Polri harus tetap dalam kondisi sehat dan bugar. Melalui Kartu Menuju Bugar ini kita latihkan sebuah metode kebugaran fisik yang hasilnya didatakan sebagai ukuran tingkat kesehatan dan kebugaran setiap personel Polri,” kata AKP Puguh.

Di depan anggotanya, AKP Puguh pun menjelaskan tentang metode Rockport yang menjadi acuan dalam pengukuran kebugaran tubuh sesuai penjelasan Kartu Menuju Bugar tersebut.

“Metode Rockport yakni dengan lari/jalan cepat secara konstan sejauh 1.600 meter. Saat mulai tes, pencatat waktu diaktifkan untuk menghitung waktu tempuhnya. Kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel yang terdapat di dalam Kartu Menuju Bugar ini. Nah, dari sini kita dapat mengetahui tingkat kebugaran tiap peserta atau personel yang dibedakan menjadi 3 kategori, yakni kurang, cukup, dan baik,” jelasnya.

Melanjutkan penjelasannya, AKP Puguh kemudian memberikan rincian kepada anggota tentang cara menghitung tingkat kebugaran yang dilaksanakan sesuai tahapan di dalam kartu.

“Dalam tabel diberikan berbagai pilihan waktu tempuh yang hasilnya menunjukkan data berupa VO2Max. Nah, hasil VO2Max ini kemudian dimasukkan ke dalam tabel kategori kebugaran jasmani sesuai dengan jenis kelamin dan kelompok umur. Hasil secara keseluruhan akan menunjukkan tingkat kategori kebugaran jasmani yang dilaksanakan tiap personel,” terangnya.

Masih kata AKP Puguh, setelah menjalani serangkaian tes, setiap personel kemudian dikelompokkan berdasarkan hasil kategori masing-masing.

“Peserta tes kemudian kita kelompokkan sesuai dengan kategori hasil kebugaran jasmani yang telah dilaksanakan. Selanjutnya harus menjalani treatment atau latihan khusus yang sudah ditentukan sesuai tabel kartu agar tingkat kebugaran tubuhnya tetap terjaga,” tandasnya.

Sebelum menutup penjelasannya, redaksi sempat menanyakan mengenai pentingnya menjalankan metode kebugaran di atas kepada AKP Puguh.

“Metode ini sangat cocok diterapkan di instansi Kepolisian. Selain murah dan praktis, hasilnya pun langsung terlihat sebagaimana tabel yang ada di kartu. Selain itu, jenis kegiatan yang dilaksanakan terukur dan sesuai standar Kemenkes RI,” ungkapnya.

Menurut rencana, metode kebugaran tersebut mulai diterapkan di jajaran Polsek Bendungan saat olahraga bersama pada akhir pekan ini.

“Kesehatan dan kebugaran adalah nomor wahid. Tentunya harus didukung pula dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan yang terpenting selalu positive thingking,” pesan AKP Puguh.