Sikapi Lonjakan Kasus Covid-19 di Trenggalek, Polsek Bendungan Masifkan Edukasi 3M kepada Masyarakat

Polres Trenggalek – Kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek melonjak signifikan kurun waktu satu bulan ini.

Dikutip dari sumber terpercaya, dalam satu hari terakhir terjadi penambahan sebanyak 41 kasus.

Pihak Pemkab Trenggalek menjelaskan, bahwa 41 kasus tersebut paling banyak berasal dari klaster kegiatan masyarakat di Desa Cakul Kecamatan Dongko.

Kasus ditemukan ketika salah satu warga menjalani pemeriksaan swab di RSUD dr. Soetomo Trenggalek.

Dari data tersebut akhirnya dilakukan penelusuran terhadap kontak erat pasien.

Hasilnya, Satgas Covid-19 pun menemukan puluhan kontak erat pasien yang sebelumnya pernah berkumpul dalam sebuah kegiatan keagamaan.

Berangkat dari lonjakan kasus tersebut, Pemkab Trenggalek akhirnya memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di kawasan yang menjadi klaster utama penyebaran.

Sementara itu, menyikapi kejadian itu, Kepolisian Sektor Bendungan pun tak tinggal diam.

Di bawah kendali Ipda Siswanto, S.H., pagi tadi petugas gabungan menggelarkan operasi yustisi sekaligus edukasi 3M secara masif kepada masyarakat.

Difokuskan di jalur utama Trenggalek-Bendungan, puluhan warga yang diketahui melanggar Prokes ini harus menerima hukuman dan teguran tegas dari petugas.

“Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek yang cukup signifikan ini harus dijadikan pembelajaran kita semua. Masyarakat dan siapapun wajib menerapkan protokol kesehatan, minimal menjalankan 3M. Tak bisa ditawar lagi,” tegas Perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Wakapolsek Bendungan ini.

Di lokasi penertiban, Ipda Siswanto sempat memberikan teguran tegasnya ketika salah satu oknum warga mencoba mengutarakan argumen bahwa virus corona sudah mereda.

“Masyarakat harus terus diberikan pengertian tentang fatalitas virus ini, tentunya dengan tetap mengedepankan pola humanis dan edukatif. Jangan sampai kita atau keluarga kita menjadi korban,” terangnya.

Sementara itu, dari hasil penertiban tersebut tak kurang dari 10 warga mendapatkan teguran dan sebagian lagi diberikan hukuman berupa pembinaan fisik oleh petugas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan elemen pemerintah di Kecamatan Bendungan, bahwa kegiatan yang sekiranya mengumpulkan massa dalam jumlah banyak untuk sementara ditiadakan. Ini demi kepentingan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.