Angka Stunting di Kecamatan Bendungan Relatif Tinggi, Ipda Siswanto : Bhabinkamtibmas Dikedepankan untuk Mengedukasi Masyarakat

Polres Trenggalek – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia 5 tahun.

Tak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, stunting juga mempengaruhi perkembangan otak anak.

Secara fisik, anak stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya.

Di Kecamatan Bendungan sendiri, angka stunting ini masih tergolong cukup tinggi.

Guna menanggulangi sekaligus mencegah peningkatan angka stunting tersebut, hari ini di Pendapa Kecamatan Bendungan diadakan rapat koordinasi yang melibatkan jajaran Forkopimca, Nutrisionis dari Puskesmas Bendungan, bidan desa, dan Kades Posyandu se-Kecamatan Bendungan, Jumat (27/11/2020).

“Banyak faktor yang menjadi penyebab utama stunting di Kecamatan Bendungan diantaranya budaya menikahkan anak di usia dini,” kata Nurkolik, S.STP saat memberikan sambutannya di hadapan undangan.

Masih kata Nurkolik yang juga Camat Bendungan ini, faktor tersebut ditambah lagi karena masyarakat belum sepenuhnya memahami pentingnya nutrisi dan protein bagi balita.

Leading sector terdepan yakni Kader Posyandu agar aktif mengedukasi masyarakat agar menunda pernikahan dini dan menyampaikan pentingnya nutrisi bagi balita,” tambah Nurkolik.

Di lokasi yang sama, pihaknya dalam hal ini pemerintah Kecamatan Bendungan akan memberikan stimulan kepada Kader Posyandu untuk mendukung pencegahan stunting tersebut.

Sementara itu, Ipda Siswanto, S.H. yang juga hadir di lokasi menambahkan, Polri dalam hal ini seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Bendungan siap mendukung dan membantu Kader Posyandu di tiap desa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan pernikahan dan pemenuhan gizi masyarakat.

“Kita kedepankan para Bhabinkamtibmas di masing-masing desa. Diharapkan sinergi yang baik dengan Kader Posyandu ini dapat mengoptimalkan pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Bendungan,” harap Perwira yang sehari-hari menjabat sebagai Wakapolsek Bendungan ini.

Dari sumber terpercaya yang berhasil dihimpun redaksi, Pemkab Trenggalek sendiri dinilai telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan prevalensi stunting. 

Berdasarkan data dinas kesehatan pula, PPKB angka balita stunting tahun 2019 di Kabupaten Trenggalek adalah 13,39 persen, jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2019 lalu, Trenggalek juga meraih peringkat I kinerja terbaik untuk pencegahan penanganan stunting di Provinsi Jawa Timur.

Beberapa kabupaten/kota sebelum pandemi Covid-19 telah berkunjung ke Trenggalek untuk studi banding terkait upaya pencegahan dan penanganan stunting.