Kawal Hajatan Warganya, Aipda Luluk : di Lokasi sudah Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Polres Trenggalek – Sesuai kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini, setiap penyelenggaraan kegiatan masyarakat harus berpedoman kepada protokol kesehatan.

Di lingkungan masyarakat desa sebelum adanya pandemi Covid-19, tradisi hajatan pernikahan biasanya digelar dengan rangkaian acara yang begitu meriah.

Selain mengundang kerabat dekat, perayaan pesta pernikahan tersebut pasti melibatkan massa dalam jumlah besar.

Jika hal itu diterapkan dalam masa pandemi saat ini tentu menimbulkan risiko penularan Covid-19 yang cukup besar.

Bisa-bisa satu lokasi tersebut menjadi klaster baru penularan virus yang fatalitasnya tak bisa diremehkan itu.

Berkaca dari hal tersebut, salah satu warga di Desa Sengon Bendungan ini patut dijadikan contoh.

Juwarni, warga RT 13 RW 01, Desa Sengon, Bendungan yang hari ini melaksanakan hajatan pernikahan anaknya itu rupanya memperhatikan betul setiap anjuran pemerintah dalam upaya menekan laju penularan Covid-19, Minggu (29/11/2020).

Dari keterangan Aipda Luluk Kristianto yang melaksanakan pengamanan di lokasi, bahwa penyelenggaraan hajatan tersebut hanya mendatangkan kerabat dekat saja, jumlahnya pun tak lebih dari 30 orang.

“Yang bersangkutan sudah mengajukan izin kepada pemerintah desa dan sanggup menjalankan aturan sebagaimana protokol kesehatan,” ujar Aipda Luluk.

Ia menambahkan, selain dirinya, kegiatan di lokasi juga melibatkan Babinsa, petugas kesehatan, dan Satgas Covid-19 Desa Sengon.

“Setiap kerabat yang datang ke lokasi dilakukan pemeriksaan suhu badan, wajib memakai masker, dan jaga jarak,” tambahnya.

Selain hanya melaksanakan resepsi sederhana saja, kata Aipda Luluk, hajatan di kediaman Juwarni tanpa diselingi aneka hiburan yang dikhawatirkan bisa mendatangkan massa.

“Hanya resepsi sederhana saja. Acara inti selesai, seluruh yang hadir kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.