Patroli Dialogis Polsek Dongko : Saring dulu Sebelum Sharing

Polres Trenggalek – Bermacam bentuk kegiatan dilakukan oleh petugas Kepolisian Sektor Dongko Polres Trenggalek dalam usaha menjaga dan memelihara keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang ada diwilayah hukum. Dari kegiatan itu salah satunya dengan cara berpatroli dengan singgah ditempat-tempat rawan sekaligus lakukan sambang dialogis dengan masyarakat.

Seperti kali ini dilakukan oleh Ka SPKT Polsek Dongko Polres Trenggalek Aiptu Heru Cahyo Widodo bersama anggota yang menggelar patroli di jalur protokol juga kawasan pemukiman penduduk juga singgahi warung kopi yang kebetulan ramai pengunjung.

Tampak dikesempatan patroli sambang ke warung kopi milik cak Blacky yang berada di jalur perbatasan Sumberbening – Suruh Trenggalek itu disambut baik, kemudian dengan suasana santai petugas patroli langsung memberikan pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran covid-19 sekaligus bisa menyikapi pemberitaan yang ada dimedia sosial untuk sebisa mungkin dicek dulu kebenarannya jangan langsung dishare atau dibagikan atau istilahnya saring dulu sebelum sharing, supaya tidak menjadi berita hoax.

AIPTU Heru Cahyo Widodo saat ditemui tim ini mengatakan, selaku petugas harkamtibmas ketika melaksanakan tugas patroli juga digunakan untuk dialogis dengan masyarakat agar bisa menyampaikan pesan juga imbauan kamtibmas.

“Dari kegiatan yang kami lakukan yakni patroli dialogis adalah untuk menumbuhkan peran masyarakat agar selalu peduli akan pentingnya kamtibmas dan bersama menciptakan kamtibmas sekaligus disiplin protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran covid-19.” Ucap Ka SPKT Polsek Dongko.

Sementara dilain tempat Kapolsek Dongko Polres Trenggalek AKP Rohadi,S.H., membenarkan apa yang dilakukan anggotanya yakni patroli mobiling sekaligus dialogis dengan menyisipkan pesan-pesan kamtibmas.

“Atas kegiatan yang dilakukan anggota diharapkan agar masyarakat lebih waspada, serta dapat mencegah suatu tindak kejahatan yang bisa dilakukan dirisendiri ataupun orang lain dengan cara menshare berita hoax ataupun kata-kata yang mengandung muatan ujaran kebencian atau Sara ke dalam media sosial.” Kata AKP Rohadi.

Dengan demikian dari upaya yang dilakukan anggota itu, masyarakat semuanya dapat paham juga mengerti sehingga tidak menjadi korban atau pelaku daripada kejahatan itu sendiri. Pungkasnya.