Katakan Tidak Untuk Minuman Keras

Tidak ada komentar 51 views

Polres Trenggalek – ” Bila tersirat di hatimu mabuk-mabukan Itu nyanyian setan, Lupakah kau hai bangsa manusia, Kerjanya setan di dalam dunia, Dia ‘kan menyeretmu ke neraka, Dengan segala daya upayanya,” pesan yang dikatakan Aiptu Nurkosim saat berdialogis dengan golongam millenial dalam mencegah kenakalan dari bahaya minuman keras. Kegiatan dilakukan di simpang lima dusun kasrepan, desa Jombok, itu pada malam tadi. Jum’at ( 18/12 ).

Aiptu Nurkosim Personel Polsek Pule Polres Trenggalek mengatakan, minuman beralkohol yang sering disebut dengan Miras, dampaknya sangat merugikan bagi pengkonsumsinya. Hal ini rentan dengan kesehatan peminum yang secara tidak langsung akan mempengaruhi adanya kesehatan yang dialaminya.

Minuman beralkohol merupakan minuman keras yang termasuk kategori jenis zat narkotika yang mengandung alkohol, tidak peduli berapa kandungan alkohol di dalamnya. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa setetes alkohol saja dalam minuman hukumnya sudah haram. Penjelasan yang dikatakan Aiptu Nurkosim lebih lanjut.

 

Aiptu Joko Nurhadi lebih lanjut mengaatakan, minuman keras alkohol mengandung etil alkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi-umbian. Lamanya proses fermentasi bergantung pada bahan dan jenis produk minuman keras yang dihasilkan. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman keras beralkohol biasanya berkisar antara sekitar 18%.

 

Umumnya, minuman keras tidak akan awet pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%. Minuman keras beralkohol dengan kandungan etanol yang lebih tinggi dapat dihasilkan melalui proses distilasi terhadap produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Misalnya, untuk menghasilkan minuman keras alkohol berkadar etanol tinggi, dengan cara mencampur produk hasil fermentasi dengan produk hasil distilasi.