`Patroli Ethek`, Solusi Kreatif Ditengah Pandemi Covid-19

Polres Trenggalek – Ide kreatif polisi satu ini bisa dibilang cukup brilian. Bagaimana tidak, untuk mencegah laju penularan Covid-19 di desa binaannya, Bripka Andri S, S.H. yang juga menjabat sebagai Bhabinkamtibmas atau Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat desa Rejowinangun ini menginisiasi `Patroli Ethek`.

Kata ethek sudah cukup familiar bagi masyarakat desa atau perkampungan khususnya di Kabupaten Trenggalek. Ethek merupakan sebutan bagi penjual sayur keliling yang menggunakan kendaraan baik sepeda kayuh maupun sepeda motor. Biasanya di kanan kiri kendaraan dilengkapi dengan kantong dari terpal atau box sebagai wadah sayur mayur yang dijual.

“Iya benar, idenya memang berangkat dari penjual sayur mayur yang kerap berkeliling desa menjajakan dagangannya. Namun Ethek yang satu ini kami rubah sedemikian rupa sehingga memiliki arti `Elaborasi Tertib, Hidup Sehat dan Edukasi Kamtibmas`.” Ungkap Bripka Andri

Benar saja, untuk operasional Bintara Polisi yang sehari-hari berdinas di Bagsumda memodifikasi motor dinas kesayangannya dengan menambahkan box di kanan kiri sebagaimana layaknya penjual ethek. Jika tak jeli, bisa jadi masyarakat akan mengira itu adalah penjual sayur yang sering mangkal di seputar desa tersebut.

Meskipun sederhana, kendaraan patroli ethek ini bisa dibilang cukup lengkap. Tidak hanya berisi bantuan tetapi juga sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan pencegahan Covid-19. Mulai dari handsanitizer, sarung tangan atau handscoon, masker untuk dibagikan kepada warga hingga baju hazmat atau APD jika diperlukan sewaktu-waktu.

Uniknya, ada satu peralatan dari kertas cukup tebal mirip jam dinding berbentuk bulat layaknya permainan anak-anak. Saat jarum yang ditengah diputar kemudian berhenti akan menunjuk beberapa macam hukuman seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional, mengucapkan Pancasila, joget dangdut dan lain-lain.

“Kami ingin memberikan edukasi protokol kesehatan dengan cara yang menarik tapi efektif. Nah, bagi warga yang melanggar akan diminta memutar alat itu untuk memilih hukumannya sendiri.” Ujarnya

Masih kata Bripka Andri, Pihaknya ingin tidak sekadar menghukum tapi ada nilai tertentu bahwa patuh protokol kesehatan adalah salah satu wujud nyata nasionalisme demi keselamatan masyarakat yang lebih luas. Dan itu akan menjadi pengingat untuk selalu mentaati protokol kesehatan.

Bripka Andri menuturkan, Patroli ethek ini merupakan inovasi untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Melalui patroli ethek ini Bripka Andri bersama dengan Sertu Bagus yang merupakan Babinsa dan Mustakim Kepala desa setempat bersinergi berkeliling desa untuk menyampaikan edukasi tentang protokol kesehatan.

“Selain itu, patroli ethek ini juga berfungsi untuk penyaluran bantuan, pembinaan atau penyuluhan masyarakat. Bisa dibilang `Satu untuk Semua`.” Ucapnya menirukan salah satu slogan televisi swasta di Indonesia

Terkait dengan pembiayaan, Bripka Andri merasa tak cukup kawatir mengingat cukup banyak donatur dari desa setempat dan masyarakat lainnya. Disamping itu, dari pihak pemerintah desa menyambut positif kegiatan ini.

Pun demikian dengan warga sekitar yang juga menunjukkan kepedulian dengan menyumbangkan sayur mayur, nasi bungkus dan lain-lain untuk di bagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Nah, sumbangan dan donasi dari masyarakat ini lah yang kemudian kami bagikan kepada masyarat tak mampu. Tentu dalam pelaksanannya kita berprinsip kemanusiaan, terbuka dan akuntabel sehingga semua yang kami lakukan dapat dipertanggungjawabkan.” Jelas Bripka Andri

“Hari ini kami tiga pilar desa Rejowinangun memberikan bantuan paket sembako kepada 38 warga yang terdampak Covid-19 dan tak mampu lainnya” Pungkasnya