Warga Mengundurkan Diri Dari Program PKH, Kenapa?

Polres Trenggalek – Pendampingan verivikasi warga desa penerima PKH yang sudah tidak layak menerima PKH oleh pendamping desa Karanganyar Kecamatan Pule dilakukan Bhayangkara pembina keamanan dan ketentraman masyarakat Aipda Wahyudi, itu pada Selasa siang kemarin ( 12/1 ).

Warga masyarakat yang telah dilakukan penilaian oleh pendamping PKH Desa Karanganyar sudah tidak layak mendapatkan PKH, karena tingkat ekonomi sudah mapan. Hal itu dikatakan Aipda Wahyudi berbekal informasi dari petugas di desa binaanya.

Petugas verifikasi mendatangi rumah tiap tiap warga yang dinyatakan sudah tidak layak menerima PKH oleh pendamping Pkh Desa Karanganyar.

Warga masyarakat yang dinyatakan sudah tidak layak menerima PKH bersedia mengundurkan diri dengan membuat pernyataan kesediaan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

Warga desa Karanganyar yang mengundurkan diri sebagai penerima manfaat program PKH tujuh diantaranya Sulistiani, Trenggalek 27 Juni 1993, (Rt/16 ) ( Rw/03) Dusun Ponggok. Nik 3503036706930003, Suwarrini, ( rt /16) ( rw= 03) dusun Ponggok, Wiranti, ( rt /19) ( rw/ 03), dusun Ponggok, Sutrismi, (rt /19 ) (rw/ 03) dusun Ponggok, Katilah, (rt/ 21 ) (rw /03) dusun Ponggok, Tri wahyuni, (rt/ 21)( rw/ 03) dusun Ponggok. Nik 3502024302920003
dan Surti tuliana, (rt /29 ) ( rw/04) dusun Ponggok. Nik 3503034510830002.

 

Seperti dikabarkan sebelumnya, Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek saat berada dilokasi mengatakan, pihaknya bersama unsur tiga pilar memonitor kegiatan penyaluran bantuan tersebut kepada masyarakat. Melalui perkataan yang disampaikan saat dikonfirmasi kemarin, pihaknya mengharapkan agar bantuan yang diberikan pemerintah melalui berbagai program dalam penanganan Covid-19 dan bentuk lainya bisa dimanfaatkan rakyat dengan tepat.