Sambil Patroli, Kapolsek Watulimo Sosialisasikan Penerapan PPKM

Polres Trenggalek – Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM), Polsek Watulimo Polres Trenggalek melakukan kegiatan preemtif dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 berupa penyampaian sosialisasi dengan menempelkan dan membagikan leaflet yang berisi Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 28 Tahun 2021 di tempat tempat yang menjadi perhatian masyarakat serta door to door system. Kamis (14/1).

Kapolsek Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H yang memimpin langsung jalannya kegiatan mengatakan bahwa sosialisasi maupun penempelan leaflet tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan selama masa PPKM ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penyebaran dan pencegahan wabah Covid-19.

“Kampanye ini merupakan tindak lanjut dari Inpres nomor 6 tahun 2020, Perda Jatim nomor 2 tahun 2020 dan implementasi Maklumat Kapolri tentang  serta peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 maupun telah di terbitkannya Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 28 Tahun 2021 tentang PPKM,” ujar AKP Suraji.

Lebih lanjut AKP Suraji menyampaikan Keputusan Bupati Trenggalek tersebut merupakan respon cepat penyikapi peningkatan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek yang semakin tinggi sehingga diperlukan langkah-langkah antisipatif diantaranya pembatasan aktivitas masyarakat.

“Ada pembatasan aktivitas pada jam malam mulai pukul 19.00 Wib sampai dengan 04.00 Wib dari tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan 25 Januari 2021”, lanjut AKP Suraji.

Sementara itu mendampingi Kapolsek, Kanit Sabhara Ipda Iswanto, S.Pd menambahkan bahwa Kepolisian terus berupaya dengan berbagai cara untuk mensosialisasikan antisipasi terhadap Virus Corona guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat sebagaimana perintah undang-undang.

“Kami minta warga untuk mematuhi Kep Bupati Trenggalek diantaranya dengan mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengadakan hajatan, membatasi aktivitas pada jam malam, tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengundang kerumunan. Bersama kita bisa, ayo Jogo Jawa Timur.” pungkasnya.