Bersama PPN Prigi, Polsek Watulimo Siapkan Pelabuhan Tangguh

Polres Trenggalek – Sebagai tindak lanjut dari upaya Kepolisian dalam mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona, Polsek Watulimo Polres Trenggalek bersama Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi mengadakan rapat koordinasi dalam rangka pembentukan Kampung Tangguh Semeru (KTS) di lingkungan pelabuhan perikanan terbesar yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek ini. Selasa (26/1).

Wakapolsek Watulimo Polres Trenggalek Iptu Cikini, S.Pd mengatakan bahwa pada rapat kali ini dibahas sejumlah persiapan dan kesiapan semua sarana dan prasarana KTS Pelabuhan TPI Prigi yang menurut rencana akan diluncurkan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. pada awal bulan Februari tahun 2021.

“Sebelumnya di wilayah Kecamatan Watulimo juga sudah dibentuk KTS Desa Karanggandu, KTS Nelayan RT. 9 Desa Tasikmadu, Gudep Tangguh di MtsN dan KTS Pelabuhan TPI ini akan segera dilaksanakan penerapannya dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona, dan tidak menutup kemungkinan untuk kedepan akan menyusul tempat-tempat yang lainnya,” ujar Iptu Cikini.

Sementara itu ditempat yang sama Kanit Sabhara Ipda Iswanto, S.Pd juga menambahkan bahwa setelah kegiatan rapat pihaknya bersama PPN Prigi, TNI dari Koramil Watulimo serta TNI AL Lanal Malang Posmat Prigi serta seluruh instansi terkait lainnya langsung bergerak mempersiapkan segala pendukung dalam program Kampung Tangguh Nelayan diantaranya ruang observasi serta isolasi, dapur umum, dan lumbung pangan.

Ditempat terpisah Kapolsek Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H menambahkan bahwa Kampung Tangguh ini untuk memberdayakan potensi di setiap tempat dalam melakukan tindakan awal terkait dengan upaya penanggulangan Covid-19.

“Ada tiga hal yang menjadi prioritas dalam pembentukan Kampung Tangguh ini, yakni ketahanan pangan / ekonomi, ketahanan medis dan ketahanan lingkungan (keamanan),” ujar AKP Suraji.

Lebih lanjut perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Pule Polres Trenggalek ini menjelaskan ketiga indikator itu untuk menunjang dan memperkuat penerapan jejaring Kampung Tangguh.

“Sehingga masyarakat paham bagaimana mengantisipasi penyebaran virus Corona dalam menyambut tatanan kehidupan baru dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan atau yang telah dipersiapkan, lanjut AKP Suraji.

Masih kata AKP Suraji, penerapan Pelabuhan Tangguh ini dinilai cukup produktif, mampu mengangkat dan menggerakkan roda ekonomi dengan mengangkat kearifan lokal maupun hasil bumi masyarakat setempat. Keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi ini tidak bisa dipisahkan begitu saja. Keduanya bisa berjalan beriringan.

“Masyarakat tetap produktif dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan. Mari kita buktikan bahwa nelayan patuh terhadap peraturan Pemerintah, kita harus bisa menjadi penggerak dalam displin protokol kesehatan  guna mencegah penyebaran Covid-19.” Pungkasnya .