Tingkatkan Efektivitas Kampung Tangguh Semeru, Kapolres Trenggalek Serahkan Bantuan

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. menyerahkan sejumlah bantuan kepada sejumlah pengurus Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang ada di Kabupaten Trenggalek. Sabtu, (6/2).

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan apel yang digelar di halaman Mapolres Trenggalek dan dihadiri para pejabat utama Polres Trenggalek, Kapolsek jajaran dan perwakilan Kampung Tangguh Semeru.

Sedikitnya 41 item bantuan diantaranya 6 unit televisi, 2 unit Modem Wifi, 3 buah Kasur, 3 buah kompor, 19 guling dan 8 sekat ruang isolasi mandiri. Sedangkan bantuan itu sendiri diberikan kepada 8 Kampung Tangguh Semeru yakni kampung Tanggu Semeru Karangsoko, Ngantru, Sambirejo, Karanganom, Baruharjo, Sumber, Buluagung dan Tegaren.

Dalam arahannya, AKBP Doni menuturkan, guna mendukung percepatan penanganan penyebaran Covid-19 sekaligus meningkatkan permberdayaan Kampung Tangguh Semeru, pihaknya telah melakukan pendataan terkait dengan kekurangan fasilitas pada Kampung Tangguh Semeru.

“Bantuan ini diberikan sebagai wujud kongkrit dukungan Polres Trenggalek agar keberadaan Kampung Tangguh Semeru benar-benar membawa manfaat dan kontribusi terhadap upaya pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19” Ungkap AKBP Doni.

Lebih lanjut AKBP Doni menegaskan, dalam waktu dekat setiap warga yang terkonfirmasi Covid-19 akan diisolasi mandiri di masing-masing Kampung Tangguh Semeru. Hal ini untuk menghindari munculnya klaster keluarga. Untuk itu perlu kesiapan terkait dengan sarana prasarana ruang isolasi yang ada di Kampung Tangguh Semeru.

“Setiap hari angka terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek bertambah 30-40 orang, bahkan pernah mencapai 100 orang lebih. Satu saja yang terpapar bisa menulari seluruh keluarga dan kontak erat lainnya” Imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak semua pihak baik perangkat Kampung Tangguh Semeru, tiga pilar maupun Satgas Covid-19 ditingkat desa turut mengawasi proses isolasi mandiri. Tentu didukung dengan kenyamanan dan tercukupinya kebutuhan pokok keluarga.

Jika ada warga yang bandel dan tidak mau isolasi mandiri, AKBP Doni menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah tegas, baik dengan penjemputan ataupun melakukan upaya represif sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Semua kita lakukan demi kebaikan, kesehatan dan keselematan warga Kabupaten Trenggalek sehingga ada rasa tanggung jawab untuk bersama-sama menangkal penyebaran Covid-19.” Ucapnya.

Pihaknya berharap dengan langkah ini, kontribusi dan efektivitas Kampung Tangguh Semeru dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 lebih terlihat dan mampu menekan angka terkonfirmasi virus berbahaya ini semakin optimal sehingga Kabupaten Trenggalek dapat keluar dari zona merah.