Penerapan PPKM Mikro, Seluruh Desa Lakukan Persiapan

Polres Trenggalek – Sejak sebelum diberlakukannya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, seluruh desa di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek telah mempersiapkan diri untuk menyukseskan program pemerintah tersebut. Pihak Desa bakal jadi penggerak penanganan covid-19 di wilayah masing-masing dengan melibatkan lapisan masyarakat di tingkat RT/RW.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H saat meninjau kesiapan penerapan PPKM Mikro di sejumlah desa diantaranya melalui program Kampung Tangguh Semeru yang telah terbentuk. Kamis (11/2).

AKP Suraji menuturkan inti dari PPKM skala mikro adalah setiap ada kasus terkonfirmasi di lingkungan dilakukan karantina wilayah terbatas.

Sehingga pihaknya juga meminta peran aktif dari para tokoh lokal dalam penanganan penyebaran Covid-19 termasuk diantaranya adalah pengawasan terhadap disiplin protokol kesehatan.

“Dalam pelaksanaan PPKM Skala Mikro, bakal dibentuk posko pengawasan di seluruh Desa yang meliputi berbagai unsur dengan Kades sebagai ketua. Nanti ada kegiatan patroli sampai sosialisasi di wilayah Desa masing-masing bersama pihak RT/RW melakukan berbagai upaya menangani kasus covid di wilayahnya,” ujar AKP Suraji.

PPKM skala mikro tingkat RT/RW ini lanjut AKP Suraji, telah berlangsung dari tanggal 9 hingga 22 Februari 2021. Sebelumnya, Kabupaten Trenggalek menerapkan PPKM tahap I.

“Posko Satgas Covid-19 tingkat Desa yang dibentuk saat PPKM tetap dipertahankan dan dikuatkan”, tuturnya.

“Dibuat seperti ini agar mobilitas masyarakat bisa ditekan. Dengan dikepung seperti ini mudah-mudahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek bisa turun drastis,” pungkas AKP Suraji.

Dari pantauan redaksi, seluruh desa se Kecamatan Watulimo telah melakukan berbagai persiapan untuk penerapan diantaranya mensiagakan SDM, kelengkapan posko, dan rencana aksi yang bakal dilaksanakan. Juga dilakukan koordinasi dengan stakeholder pelaku PPKM mikro terdiri dari RT/RW, lembaga, tokoh masyarakat dan tokoh agama.