Libur Tahun Baru Imlek, Kapolsek Watulimo Pimpin Patroli Pantau Penerapan Prokes

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Sektor Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H menegaskan pihaknya bakal melarang adanya kerumunan di perayaan Imlek tahun ini. Polisi menyebut akan melakukan patroli untuk memantau penerapan protokol kesehatan (Prokes) serta memastikan tidak adanya kerumunan warga. Jumat (12/2).

“Kan ada ketentuan oleh pemerintah daerah, pemerintah menyampaikan ada liburan tetapi diimbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar di masa PPKM berskala mikro. Kita lakukan patroli-patroli, kita imbau kalau ada kerumunan dilarang, akan kita lakukan penindakan operasi yustisi juga,” kata AKP Suraji saat memimpin langsung pelaksanaan patroli.

AKP Suraji menambahkan pihaknya akan melakukan patroli untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Dia menambahkan tiap kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan akan segera dibubarkan.

“Kita lakukan patroli dengan preventif straight, kita lakukan. Kemudian kita lakukan penindakan kalau memang ada pelanggaran protokol kesehatan,” ungkap AKP Suraji.

Selain itu, pengawasan protokol kesehatan di tempat aktivitas masyarakat maupun di destinasi wisata yang masih ditutup sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian, pihaknya juga mengimbau tiap orang mengikuti aturan dari PPKM Mikro perihal aktivitas di pasar, pertokoan maupun tempat lainnya.

“Ya semuanya kan sudah jelas aturan dalam PPKM. Kan ada aturan berapa persen terus sudah diimbau oleh pemerintah daerah tidak akan melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul. Ini yang kita imbau-imbau semua. Dari gugus tugas juga turun, Bhabinkantibmas, Babinsa menyampaikan semua bersama, mudah-mudahan nggak ada kegiatanlah. Kita patroli semua,” lanjut AKP Suraji.

Mendampingi Kapolsek, Kanit Binmas Polsek Watulimo Aiptu Budi juga berharap kasus aktif COVID-19 tidak melonjak di wilayahnya usai libur tahun baru Imlek. Pihaknya meminta warga mengurangi kegiatan bepergian selama libur panjang akhir pekan, mengingat seluruh destinasi wisata masih ditutup.

“Beberapa hari ini kita ada libur panjang. Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan libur ini bersama keluarga di rumah. Mengurangi kegiatan bepergian, kecuali ada kebutuhan mendasar dan mendesak,” ujar Aiptu Budi.

Dirinya berharap, dengan penerapan PPKM Mikro, tingkat kesadaran bisa sampai skala terkecil, yakni hingga tingkat RT. Hal itu disampaikan karena kasus aktif COVID-19 masih terbilang cukup banyak.

“Karena itulah program PPKM tingkat mikro ini diharapkan nantinya bisa membangun kesadaran di tingkat lokal skala kompleks, kampung, RT, RW tentang pentingnya di dalam keluarga untuk menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.