Optimalkan Pencegahan Covid-19, Forkopimcam Watulimo kembali Resmikan KTS

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Sektor Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H menegaskan bahwa Korps Bhayangkara akan mengoptimalkan Kampung Tangguh Semeru (KTS) pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. KTS sendiri bukan merupakan program baru dan merupakan gagasan Polda Jatim sejak tahun lalu untuk menekan laju kasus COVID-19 di wilayahnya.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara peresmian Kampung Tangguh Semeru di Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang juga dihadiri oleh Forkopimcam Watulimo, unsur tiga pilar Desa, BPD, Satgas Covid-19 dan relawan yang ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan gong oleh Forkopimcam. Jumat (19/2).

AKP Suraji menyampaikan bahwa sekarang ini sudah terbentuk sebanyak 10 (sepuluh) KTS di wilayah Kecamatan Watulimo. Esok hari rencananya akan ditambah 2 (dua) KTS lagi yakni di Desa Sawahan dan Desa Watuagung. Sedangkan untuk Desa yang lainnya segera menyusul dan tidak menutup kemungkinan untuk minggu ini sedikitnya 12 KTS sudah diresmikan.

“Berdasarkan informasi, pengalaman, analisa dan evaluasi, ternyata KTS sangat efektif dalam penanganan COVID-19, dan diharapkan dalam Minggu ini seluruh Desa sudah terbentuk KTS.” Ujar AKP Suraji.

Lebih lanjut dalam sambutannya AKP Suraji menjelaskan fungsi KTS ini adalah untuk menggugah kembali kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro) sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188 Tahun 2021 dan Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 61 tahun 2021 yang berlaku mulai 9 hingga 22 Februari 2021 mendatang.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mendukung dan berkontribusi mengoptimalkan PPKM Mikro diantaranya dengan penguatan dari Satgas Covid-19 sebelumnya yang strukturnya sampai tingkat RT.

“PPKM Mikro ini adalah pembatasan yang dilakukan dengan pemantauan zona risiko Covid-19 hingga tingkat RT. Ayo Dukung PPKM dan disiplin Cegah Covid,  Bahaya Covid-19 itu nyata. Covid 19  tidak mengenal waktu kapan datangnya. Dengan disiplin protokol kesehatan kita semua bisa terhindar dari covid 19.” Ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peninjauan terhadap fasilitas penunjang, diantaranya ruang isolasi, dapur umum, dan lumbung pangan serta Posko Tanggap Covid-19.