Polsek Gandusari Berikan Pengamanan Pada Giat Kebaktian Umat Kriatiani

Polres Trenggalek – Dalam masa pandemi Covid 19 seluruh kegiatan masyarakat maupun keagamaan harus selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona. Tak terkecuali juga giat peribadatan umat Kristiani yang rutin dilaksanakan setiap hari minggu di Gereja yang ada di wilayah Kecamatan Gandusari tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah tersebut, anggota Kepolisian Sektor Gandusari selalu melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup di gereja – gereja yang melaksanakan giat peribadatan. Minggu (28/02)

Mulai dari Gereja Baptis Indonesia (GBI) Ngudi Mulya Desa Karanganyar, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Karanganyar,  Gereja Protestan di Indonesia (GPDI) Desa Widoro dan Gereja Protestan di Indonesia (GPDI) Desa Sukorejo tidak ada yang luput dari pantauan dan pengamanan dari aparat Polsek Gandusari.

Anggota Polsek Gandusari  yang bertugas melaksanakan pengamanan tersebut tidak lupa melaksanakan sterilisasi ruangan gereja dan sekitarnya sebelum kegiatan kebaktian dimulai agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan aman dan lancar. Tak lupa petugas menyampaikan imbauan agar para jemaat selalu menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Kapolsek Gandusari  AKP Sutrisno, S.H., saat dikonfirmasi redaksi membenarkan apa yang telah anggota Polsek Gandusari laksanakan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mulai pukul 07.00 Wib anggota Polsek Gandusari sudah merapat ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Desa Karanganyar yang memulai ibadah lebih awal, pengamanan secara terbuka oleh personil berseragam dinas dan tertutup selalu siap sebelum kegiatan kebaktian dimulai, ” ucap Kapolsek Gandusari tersebut.

Lebih lanjut AKP Sutrisno menambahkan bahwa pengamanan ini rutin digelar setiap hari minggu di seluruh gereja yang ada di wilayah Kecamatan Gandusari.

“Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, ini merupakan upaya kami untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas kepada umat Kristiani saat melaksanakan ibadah,” pungkas AKP Sutrisno.