Sambangi Pertokoan, Polsek Watulimo Terus Disiplinkan Prokes

Polres Trenggalek – Tingkat kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dinilai berbagai pihak terus meningkat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari banyaknya warga yang mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan penyediaan tempat cuci tangan di berbagai tempat maupun fasilitas umum lainnya. Demikian pula kewajiban menjaga jarak telah dijalankan dengan baik.

Hal tersebut tak lepas dari peran serta Satgas Inpres nomor 6 tahun 2020 yang tak pernah lelah mengingatkan warga diberbagai kesempatan serta memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar.

“Langkah persuasif dalam mensosialisasikan protokol kesehatan cukup efektif. Kedisiplinan warga khususnya Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek untuk menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas semakin meningkat dari hari ke hari.” Ungkap Kapolsek Watulimo Polres Trenggalek AKP Suraji, S.H., M.H saat memimpin penertiban tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid – 19 guna memutus mata rantai Covid-19 di sejumlah lokasi pertokoan Kecamatan Watulimo Trenggalek. Selasa (2/3).

Pihaknya menilai, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan meskipun tak bisa dipungkiri masih ada saja yang abai, tetapi jumlahnya relatif kecil. Termasuk para pengunjung, pedagang, pemilik toko juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer. Ini sudah sangat membantu dalam upaya mencegah virus Corona.

AKP Suraji menegaskan dalam kegiatan ini, sosialisasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan dialogis. Personel yang terlibat berinteraksi dengan sejumlah penjaga pertokoan tersebut, menjelaskan tentang bahaya Covid-19 dan bagaimana cara mencegah agar tidak tertular virus berbahaya tersebut.

Masih menurut AKP Suraji, selain itu, personel juga menggelar public address, menyebarkan leaflet dan membagikan masker gratis kepada segenap warga yang kebetulan berada di lokasi wisata tersebut.

“Ada sanksi berupa teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, serta penghentian dan penutupan sementara penyelenggaraan usaha bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan” Pungkasnya.