Kapolres dan Dandim 0806 Pimpin Langsung Penyekatan di Perbatasan

Polres Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek bersama instansi terkait melakukan penyekatan dan antisipasi dalam rangka pengamanan kegiatan prapatan luruh (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate yang digelar di Madiun. Jum`at, (12/3).

Dalam apel gabungan yang diselenggarakan di halaman Mapolres sesaat sebelum pergeseran pasukan, Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan meskipun Prapatan Luhur dilaksanakan di Madiun, seluruh Polres di Jawa Timur khusunya wilayah penyangga dan Matarawan melakukan pengamanan imbangan.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan tingkat kerawanan dan jumlah anggota perguruan pencak silat yang cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur serta kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif termasuk dari jajaran Polres Trenggalek.

“Pengamanan dan penyekatan kita lakukan di dua wilayah perbatasan yakni Durenan dan Tugu.” Ungkap AKBP Doni.

Pihaknya meminta agar seluruh personel yang terlibat agar serius dan benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian tugas masing-masing serta membangun sinergitas dengan instansi terkait.

Sedangkan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Arh Uun Samson Sugiharto, S.I.P., MI, Pol. yang kebetulan juga ikut hadir dalam apel tersebut menekankan pentingnya menjaga kesolidan dan kekompakan antar stakeholder dalam proses pengamanan tersebut.

“Karena durasi pengamanan yang cukup panjang, diatur waktu dan tenaganya agar bisa kita pengamanan tetap bisa cover sampai besok” Ujarnya.

Sementara itu, Kabagops Polres Trenggalek Kompol Supiyan, S.Sos. mengatakan, pengamanan ini dilaksanakan selama dua hari kedepan dan melibatkan sedikit 296 personel dari tingkat Polres dan Polsek jajaran dibantu personel TNI dan Satpol PP serta instansi terkait lainnya.

“Selain penyekatan di Durenan dan Tugu, kita terjunkan patroli mobiling daari Satsabhara dan Lalu lintas ditambah personel tertutup untuk mengantisipasi setiap kerawanan yang muncul.” Ujarnya

Dengan pola pengamanan ini, pihaknya berharap kondisi kamtibmas di Kabupaten Trenggalek tetap kondusif dan tidak terjadi kejadian menonjol sekecil apapun khususnya terkait dengan eksistensi perguruan pencak silat.