Biaya Pengiriman Stiker Media Sosial Dibebankan Penerima, Hoax

Polres Trenggalek – Kegiatan patroli dalam pemantauan wilayah dan juga berdialogis dengan warga mengenai perkembangan situasi Kamtibmas di dunia nyata dan maya juga disampaikan petugas saat kegiatan. Pada malam tadi Sabtu ( 13/3 ), kegiatan dialogis mengenai konten hoax stiker di media sosial juga disampaikan, itu kabar menyesatkan.

Kegiatan patroli dialogis dilaksanakan di depan Kantor Unit BRI Pule kepada warga yang selesai mengambil uang dari ATM.

 

Malam minggu aktifitas warga seperti biasanya tidak banyak yang berada pada kegiatan diluar rumah, hal itu dikatakan petugas patroli saat pantai wilayah.

Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyebutkan kalau setiap stiker atau gambar yang dikirimkan di WhatsApp, pembayarannya akan dibebankan kepada si penerima senilai Rp 250. Pesan ini pun mengajak semua orang untuk berhenti memakai stiker agar paket atau uang kita tidak cepat habis untuk memperkaya si pembuat stiker.

Keterangan Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi (CISSReC) Pratama Persadha, pesan tersebut menyesatkan. Menurutnya memang ada perbedaan besaran kuota data dibandingkan teks. Namun ukurannya juga tidak signifikan. Untuk teks, per karakter besar 1 byte, sedangkan stiker umumnya dibawah 50 kilo byte.

Jadi, penggunaan stiker pada WhatsApp dan lainnya hanya dibebankan pada kuota data. Adapun beban yang besar di aplikasi chat adalah kirim foto, video, dan dokumen.

” Ayo pintar bermedia digital, jangan mudah percaya informasi Hoax,” pungkas petugas.