Dukung Kamtibmas Kondusif Selama Ramadan, AKP Puguh Ajak “Ngopi Bareng” Ketua Perguruan Silat se-Bendungan

Polres Trenggalek – Jagalah marwah pencak silat sebagai budaya luhur Indonesia.

Pernyataan itulah yang disampaikan Kapolsek Bendungan, AKP Puguh Wardoyo, S.H.,M.H. saat memimpin silaturahmi perguruan pencak silat se-kecamatan Bendungan siang tadi di salah satu rumah makan yang ada di desa Dompyong, Senin (12/4/2021).

Kegiatan yang juga menghadirkan jajaran Forkopimca, Kasitrantip Bendungan, perwakilan Koramil Bendungan, dan seluruh ketua perguruan silat se-Kecamatan Bendungan itu sekaligus dalam rangka ikrar bersama guna mendukung cipta Kamtibmas kondusif khususnya di wilayah kecamatan Bendungan dan secara umum di kabupaten Trenggalek selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1442 H.

“Pagi ini diselenggarakan silaturahmi seluruh perguruan silat se-kecamatan Bendungan. Ini bertujuan untuk mendukung cipta Kamtibmas kondusif khususnya di wilayah Bendungan dan secara umum di kabupaten Trenggalek menjelang Ramadan hingga perayaan Idul Fitri tahun ini,” ujar AKP Puguh.

Di lokasi yang sama, AKP Puguh menegaskan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Segala perbuatan atau tindakan yang dilakukan tidak boleh melanggar aturan hukum yang berlaku.

“Segala tindakan yang melanggar hukum, maka konsekuensinya berhadapan langsung dengan aparat penegak hukum. Peraturan hukum dibuat untuk menciptakan ketertiban dan ketenteraman masyarakat,” tegasnya.

Masih kata AKP Puguh, setiap timbul permasalahan tidak boleh menggunakan cara-cara kekerasan atau bahkan main hakim sendiri.

“Permasalahan yang sudah masuk ranah hukum serahkan penanganannya kepada petugas penegak hukum. Menggunakan cara-cara kekerasan atau bahkan main hakim sendiri sangat tidak dibenarkan. Malah bisa jadi bumerang bagi pihak yang nyata-nyata melakukan tindakan tersebut,” imbuhnya.

Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu juga ditekankan tentang pentingnya rasa toleransi antar anggota perguruan silat.

Disampaikan pula bahwa hakikat perguruan silat adalah untuk mengenal jati diri dan mengutamakan kebaikan di setiap perbuatannya.

Itu semua untuk menciptakan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat.

Sementara itu, sebelum mengakhiri kegiatan tersebut, disaksikan seluruh undangan, para ketua perguruan silat pun berikrar bersama untuk saling menjaga persaudaraan, kerukunan, dan kedamaian.

Dokumen kesepakatan damai yang sudah disiapkan petugas kemudian ditandatangani oleh semua pihak.

“Disaksikan seluruh yang hadir, para ketua perguruan silat tadi sudah berikrar untuk saling menjaga persaudaraan dan kerukunan. Ini tidak hanya berlaku di wilayah Bendungan saja, tapi seluruh perguruan silat yang ada di kabupaten Trengggalek. Mari kita jaga ikatan persatuan dan kesatuan bangsa. Damai itu indah,” pesan AKP Puguh.