Larang Warga Mudik dan Pengoperasian Travel Gelap

Polres Trenggalek – Kamis ( 15/4 ). Polisi telah melarang sopir travel dan truk membawa penumpang yang hendak mudik di Lebaran 2021. Hal itu dikatakan Kapolsek Pule Polres Trenggalek melalui Humasnya menindak lanjuti pemberlakuan mudik pada lebaran tahun ini.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melarang mudik Lebaran 2021 yang berlaku pada 6-17 Mei mendatang.

Oknum sopir yang nekat membawa penumpang mudik akan mendapatkan tinndakan hukum sesuai aturan yang ada. Pandemi Covid-19 masih belum berakhir perlunya kesadaran dan juga kesabaran melewati masa pandemi sekarang ini.

“Misalnya travel gelap kemudian truk digunakan untuk mengangkut orang itu ada pelanggarannya, itu akan kita tindak,” Ucapnya.

Pelanggaran angkut penumpang mudik gelap terkait penindakan ke sopir travel dan truk yang mengangkut penumpang.

“Untuk truk sama travel gelap, sekali lagi saya tegaskan sebaiknya jangan (nekat bawa penumpang). Kami akan menindak tegas,” tambahnya.

Polisi akan berjaga bahkan di jalan-jalan kecil guna mencegah warga yang hendak mudik.

“Ini harus dipahami betul bagi orang-orang yang mencoba berspekulasi menggunakan truk dan travel gelap,” tambahnya lagi.

Pernyataan tersebut merujuk pada Lebaran 2020 di mana pemerintah juga memberlakukan larangan mudik karena pandemi Covid-19.

Kala itu, banyak sopir travel dan truk yang kepergok mengangkut penumpang yang hendak pulang kampung.

Sementara itu, diminta masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi dan tetap nekat mudik.

Apabila terjadi, pihaknya akan meminta pemudik untuk putar balik.

“Kalau masalah orang mudik dan sebagainya itu hanya kita putar balik,” ucap pungkasnya.

Adanya larangan untuk mudik dan pembatasan transportasi untuk sementara waktu, diimbau kepada pemilik travel khususnya di wilayah Pule sendiri untuk tidak nekat mengoperasikan angkutanya sampai batas waktu diijinkanya kembali beroperasi.