Tiga Pilar Desa Suruh Bersama Satgas Covid 19, Makamkan Warga Dengan Status Probable

Polres Trenggalek – Satgas Covid 19 Desa Suruh Kecamatan Suruh pada sore ini memakamkan salah satu warga yang berstatus probable yang meninggal di RSUD Dr Soedomo Kabupaten Trenggalek dengan protokol kesehatan. Minggu (18/04)

Warga yang tinggal di wilayah Desa Suruh Kecamatan Suruh, berinisial WY (62), dimakamkan dipemakaman umum Dusun Krajan Desa Suruh dengan prosedur pemakaman jenazah Covid-19.

Informasi yang didapat menyebutkan bahwa korban (WY) pada hari Jumat 16 April 2021 mengalami keluhan lemas, hati berdebar dan sudah tidak mau makan selama 3 hari yang selanjutnya oleh pihak keluarga dibawa ke Puskesmas Suruh untuk mendapatkan perawatan

Oleh pihak Puskesmas, YM dirawat selama beberapa hari guna proses penyembuhan, namun pada hari Minggu tanggal 18 April 2021 sekitar pukul 05.00 wib, Korban (WY) mengeluh nyeri dada dan lemas yang selanjutnya dilakukan Rapid antibody dengan hasil reaktif yang kemudian pada pukul 07.45 Wib dirujuk ke RSUD Dr Soedomo Trenggalek, dan pada pukul 12.39 Wib YW dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD dengan status Probable Covid 19 yang selanjutnya dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19.

Guna untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan terjadi saat proses pemakaman, aparat keamanan dari Polsek Suruh Polres Trenggalek, Posramil Suruh bersama tiga pilar Desa Suruh melakukan pengawalan dan pengamanan hingga proses pemakaman YW selesai.

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Mujiata, S.H saat dikonfirmasi disela sela pengamanan pemakaman warga yang berstatus porbable menyampaikan bahwa aparat keamanan selalu diterjunkan dalam setiap kegiatan masyarakat seperti pemakaman dari warga yang meninggal dunia.

“Selain melakukan pengamanan petugas juga memantau dan mengawasi jumlah pelayat agar tidak terjadi akumulasi warga terkait jaga jarak sehingga penyebaran Covid 19 dapat ditekan,” jelasnya.

Sementara itu Bhabinkantibmas Desa Suruh Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Ferry Eko Harjono, S.H menyampaikan bahwa kami bersama tiga pilar desa suruh mendampingi prosesi pemakaman, sehingga tidak ada penolakan dari oknum-oknum warga yang tidak bertanggungjawab.

“Kami juga meminta kepada pihak keluarga dan kerabat untuk menjaga jarak saat prosesi penguburan jenazah. Setelah jenazah dikubur dan ditimbun tanah, pihak keluarga dan kerabat baru diperbolehkan mendekat untuk mendoakan almarhumah,” ucapnya.

“Kami juga meminta agar aparat desa atau tim Satgas Covid desa untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat tinggal almarhumah, untuk mengantisipasi penyebaran dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran Virus,” pungkas Bripka Ferry Eko Harjono