Berikan Informasi Larangan Mudik Saat Patroli Ngabuburit

Polres Trenggalek – Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. Hal itu dikatakan Aiptu Nurkosim kepada warga saat kegiatan patroli jelang berbuka di simpang lima dusun Kasrepan desa Jombok sore kemarin. Selasa ( 20/4 ).

Selain itu pihaknya juga menyampaikan, setiap bulan suci Ramadan hingga lebaran, banyak pedagang dadakan yang meraup untung dengan menjual kembang api. Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga menjual barang berbahaya seperti mercon atau petasan dengan daya ledak tinggi.

”Kita imbau kepada para pedagang, agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang meledak. Barang tersebut, selain membayakan diri sendiri juga bahaya pada orang lain,” petugas Polsek Pule.

Menurutnya, di area pasar Pule saat jelang buka puasa dan selesainya salat tarawih, nampak beberapa pedagang kembang api sudah menyiapkan barangnya untuk dijual. Untuk mengantisipasi peredaran mercon, personel Polsek Pule gencar melakukan razia ke pedagang.

“Semua ini demi kenyamanan dan keamanan kita bersama. Banyak masyarakat yang resah akibat ledakan petasan tersebut. Selain mengganggu jalannya salat tarawih, juga sangat berbahaya. Tindakan tegas pasti kami lakukan terhadap pedagang yang secara sengaja menjual mercon,’’ tegasnya.

Imbauhan ini, lanjutnya, agar tidak menjual jenis petasan atau mercon yang meledak, karena mengingat letusan yang diakibatkan mercon sangat berbahaya dan bisa menyebabkan korbanya terluka.

“Polri telah mengingatkan terhadap produksi, penjualan, dan penggunaan petasan itu dilarang keras. Yang diperbolehkan adalah kembang api berukuran di bawah 2 inci,’’ tandasnya.

Petasan atau mercon seberapa ukurannya memang dilarang. Kalau kembang api boleh, tapi di bawah 2 inci. Sedangkan penggunaan kembang api berukuran di atas 2 inci harus dengan izin khusus.

“ Di atas 2 inci itu harus izin khusus, itupun misalnya ada perayaan tertentu dan cara meledakkannya pun sudah dengan sistem komputerisasi. Karena harus ada juru ledaknya, harus bersertifikat, jadi tidak main-main,’’ pungkasnya.