Jaga Stabilitas Kamtibmas Yang Kondusif Diwilayah Munjungan, Forkopincam, Kades dan Paguyuban Sound System Gelar Rakor


Polres Trenggalek – Akhir-akhir ini banyak ditemukan adanya kegiatan ronda sahur yang menggunakan sound system dengan berlebihan, sehingga meresahkan warga masyarakat sekitar. Menyikapi hal tersebut Forkopincam Munjungan bersama dengan Kades dan IPSI Munjungan serta paguyuban sound system menggelar rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan di Pendapa kecamatan Munjungan, Selasa (27/4/21).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Munjungan Suhartono S.Sos, Kapolsek Munjungan Iptu Rohmad Hudi, S.Pd, Sertu Suwarno mewakili Danramil, Kades se Kecamatan Munjungan, IPSI kecamatan Munjungan dan Peguyuban sound system.

Rakor tersebut dilaksanakan guna menjaga situasi kamtibmas yang aman, nyaman, tertib dan kondusif diwilayah kecamatan Munjungan.

Dalam sambutannya, Camat Munjungan mengatakan bahwa ronda sahur hanya boleh dilakukan diwilayahnya sendiri, tidak boleh keluar dari desa dan tidak diperbolehkan menggunakan sound yang berlebihan.

Hal tersebut ditambahkan oleh Kapolsek Munjungan Iptu Rohmad Hudi, S.Pd. Dirinya menyampaikan bahwa selama bulan Ramadhan ini giat ronda sahur di kecamatan Munjungan menimbulkan kerawanan kamtibmas. Hal tersebut dilihat dari banyaknya yang ronda, waktu yang panjang dimulai pukul 00.00 wib hingga 03.00 wib.

“Sarana ronda adalah sound sistem yang berlebihan. Terkait hal tersebut mari kita sepakati agar tidak terjadi gangguan keamanan dan ketertiban,” terang Kapolsek.

Dari hasil rakor telah disepakati bahwa ronda malam/ronda tetek untuk menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat dilakukan hanya diwilayah desa masing-masing tidak boleh melewati batas desa lain; tidak boleh melewati/berhenti ditpat perawatan orang sakit; tidak diperkenankan menggunakan roda 4 atau lebih; pengusaha sound system dilarang menyewakan peralatan dan kelengkapannya untuk digunakan dalam kegiatan ronda sahur; serta dilarang membunyikan petasan dan b
ahan peledak lainnya yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu ketertiban umum.

Hingga selesai, kegiatan rakor berlangsung tertib dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan. (*).