Polisi Gandeng Perangkat Desa, Toga, Tomas untuk Sosialisasi Larangan Mudik

Polres Trenggalek – Dalam rangka mengantisipasi melonjaknya kasus positif covid-19, Pemerintah telah menetapkan larangan mudik lebaran bagi masyarakat. Larangan ini berkaca pada kejadian yang menyebabkan gelombang kedua kenaikan kasus covid-19 di India akibat mobilitas masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di Indonesia, pemerintah kita sepakat untuk melakukan peniadaan mudik sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Kasatgas Covid-19 Nomir 13 Tahun 2021 dalam rangka hari raya idul fitri 2021/1442 H pada tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Bahkan satuan tugas penanganan Covid-19 saat ini juga telah merilis aturan tambahan terkait larangan mudik Lebaran 2021. Dalam aturan tersebut, Pemerintah memperluas periode larangan mudik Lebaran 2021 mulai 22 April hingga 24 Mei 2021

Guna untuk mensosialisasikan larangan mudik tersebut Polsek Suruh Polres Trenggalek mengandeng para perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen lainnya yang ada di tengah tengah masyarakat guna untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang ada diwilayah Kecamatan Suruh

Kegiatan tersebut seperti halnya yang dilakukan oleh tiga anggota Polsek Suruh Polres Trenggalek dipimpin oleh KaSPKT C Aiptu Nyoto yang pada pagi ini mengelar dan melaksanakan patroli harkamtibmas sekaligus sambang serta silaturahmi bersama dengan Kepala Desa dan Perangkat Desa Gamping bertempat di ruang tamu Kantor Desa Gamping Kecamatan Suruh. Rabu (28/04)

Dalam kesempatan silaturahmi bersama Kepala Desa Gamping, Aiptu Nyoto menyampaikan bahwa kami dari Polsek Suruh Polres Trenggalek meminta kepala desa yang juga tokoh masyarakat desa gamping untuk turut mensosialisasikan peraturan terbaru terkait larangan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, yang diberlakukan mulai tanggal 22 April 2021.

“Larangan mudik itu tertuang dalam surat edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah,” ucap Aiptu Nyoto.

Masih menurut KaSPKT C Polsek Suruh bahwa surat edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021) sedangkan, selama masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

“Agar masyarakat tidak bingung dengan kebijakan ini mari kita masifnya sosialisasi terkait hal tersebut demi untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” jelas Aiptu Nyoto