Hebohkan Suasana di Tengah Ramadan, Warga Botoputih Bendungan Nekat Gantung Diri di Tengah Hutan

Polres Trenggalek – Konsentrasi masyarakat Bendungan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan sedikit terusik karena peristiwa menghebohkan ini.

Lilik (28), warga RT 01 RW 01 desa Botoputih, Bendungan nekat gantung diri di tengah hutan tepatnya di petak 30b kawasan Perhutani desa Botoputih, Senin (10/5/2021).

Kejadian bermula saat Agung, warga setempat yang tengah mencari rumput mendapati korban tergantung di pohon alpukat.

Melihat pemandangan tersebut, ia segera bergegas melapor ke Mapolsek Bendungan.

Saat dikonfirmasi redaksi, Kapolsek Bendungan, AKP Bambang Purwanto, S.H.,M.H. membenarkan kejadian tersebut.

“Menurut keterangan saksi, kejadian sekitar pukul 11.30 WIB. Kami bersama personel, yang dibackup Unitidentifikasi Satreskrim Polres Trenggalek termasuk dari petugas dari Puskesmas Bendungan langsung menuju TKP,” kata AKP Bambang.

Sesampainya di lokasi kejadian, lanjut AKP Bambang, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara termasuk pemeriksaan terhadap kondisi korban.

“Barang bukti berupa seutas tali warna biru yang digunakan korban untuk gantung diri, sepasang sandal jepit, kaos warna pink, kaos dalam warna hitam corak bunga, BH warna merah, celana jeans warna hitam, dan celana dalam warna hijau,” tambahnya.

Proses evakuasi terhadap korban pun butuh waktu dan tenaga ekstra, mengingat lokasi kejadian yang berada di tengah hutan dengan medan yang cukup terjal.

Sementara itu, dari hasil visum dan keterangan pihak medis, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Yang bersangkutan mengalami patah tulang leher dan meninggal dunia di TKP,” papar AKP Bambang.

Saat personel Unitreskrim Polsek Bendungan meminta keterangan dari pihak keluarga, sebelumnya korban tidak ada masalah dengan keluarga maupun tetangga.

“Kejadian tersebut murni musibah dan memang kehendak Allah SWT. Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” ungkap AKP Bambang.

Usai dimandikan dan disalatkan, korban pun segera dilakukan proses pemakaman oleh keluarga dibantu warga setempat.