Amankan Hajatan Warganya, Aipda Luluk : Pengamanan Formasi Lengkap dengan Standar Prokes Ketat

Polres Trenggalek – Sesuai kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini, setiap penyelenggaraan kegiatan masyarakat harus berpedoman kepada protokol kesehatan.

Di lingkungan masyarakat desa sebelum adanya pandemi Covid-19, tradisi hajatan biasanya digelar dengan rangkaian acara yang begitu meriah.

Selain mengundang kerabat dekat, budaya hajatan pasti melibatkan massa dalam jumlah besar.

Jika hal itu diterapkan dalam masa pandemi saat ini tentu menimbulkan risiko penularan Covid-19 yang cukup besar.

Bisa-bisa satu lokasi tersebut menjadi klaster baru penularan virus yang fatalitasnya tak bisa diremehkan itu.

Berkaca dari hal tersebut, salah satu warga di Desa Sengon Bendungan ini patut dijadikan contoh.

Yusup, warga RT 13 Desa Sengon yang hari ini menggelar hajatan itu rupanya memperhatikan betul setiap anjuran pemerintah dalam upaya menekan laju penularan Covid-19, Sabtu (22/5/2021).

Dari keterangan Aipda Luluk Kristianto yang melaksanakan pengamanan di lokasi, penyelenggaraan hajatan tersebut hanya mendatangkan kerabat dekat saja, jumlahnya pun tak lebih dari 50 orang.

“Yang bersangkutan sudah mengajukan izin dan sanggup menjalankan aturan sebagaimana protokol kesehatan. Selain itu, sebagian besar warga Sengon yang akan menggelar hajatan sebelumnya sudah mendapat imbauan dan penekanan dari jajaran Forkopimca Bendungan,” ujar Aipda Luluk.

Ia menambahkan, selain dirinya, kegiatan di lokasi juga melibatkan Babinsa, petugas kesehatan, dan Satgas Covid-19 Desa Sengon.

“Setiap kerabat yang datang ke lokasi dilakukan pemeriksaan suhu badan, wajib memakai masker, dan jaga jarak,” tambahnya.

Selain hanya melaksanakan resepsi sederhana saja, hajatan di kediaman Yusup tanpa diselingi hiburan yang dikhawatirkan bisa mendatangkan massa atau potensi kerumunan.

“Hanya resepsi sederhana saja. Acara inti selesai, seluruh undangan kembali ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Sebagaimana ketentuan yang ditetapkan pemerintah, mekanisme yang harus dipatuhi warga ketika menggelar hajatan diantaranya harus ada Satgas Covid-19, wajib menerapkan 5M, semua pihak termasuk tamu wajib memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, tidak menyediakan makan di tempat, tidak mengadakan hiburan, dan tidak boleh ada kerumunan serta tradisi salam-salaman.