Undang Pekerja Seni, AKP Bambang Beri Pemahaman Toleransi dan Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi

Polres Trenggalek – Sudah 2 Lebaran ini budaya hajatan yang berlaku bagi masyarakat Jawa mulai mendapatkan pembatasan.

Bukan tanpa sebab, berdasarkan aturan yang diberlakukan saat ini mengharuskan masyarakat termasuk semua pihak wajib yang akan menyelenggarakan kegiatan utamanya hajatan wajib mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan wabah corona.

Adanya pembatasan tersebut rupanya cukup menjadi sebuah polemik di tengah kehidupan masyarakat, terutama di kalangan tertentu yang masih mempertahankan idealismenya dan memandang pandemi ini disikapi dengan “biasa” saja.

Setelah sempat berkeliling di sejumlah desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mekanisme hajatan, kali ini Kapolsek Bendungan, AKP Bambang Purwanto, S.H.,M.H. mengundang para pelaku seni di kecamatan Bendungan untuk diajak duduk bersama menyikapi problematika di tengah masyarakat.

Didampingi Wakapolsek Bendungan, acara yang dikemas melalui ngopi bareng ini diselenggarakan di aula belakang Mapolsek Bendungan, Senin (24/5/2021).

Dalam arahannya di depan undangan, AKP Bambang menegaskan, semua pihak harus bisa menahan diri agar tidak mengadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Tak dapat kita pungkiri, bahwa pandemi ini adalah cobaan berat yang harus kita hadapi bersama. Para pekerja seni salah satunya yang terdampak. Terlepas dari itu semua, mari kita hilangkan egoisme maupun idealisme demi kebaikan kita bersama,” ucap AKP Bambang membuka arahannya.

Ia melanjutkan, bahwa mekanisme perizinan kegiatan yang sudah ditetapkan pemerintah di tengah pandemi jangan sampai dilanggar termasuk pengadaan hiburan elekton ataupun yang sejenis yang berpotensi mendatangkan kerumunan masyarakat.

“Tentang perizinan kegiatan di tengah pandemi sudah jelas. Bagi memiliki rencana hajatan harus bisa memastikan mekanismenya tetap mengacu kepada protokol kesehatan. Jika tidak, maka dipastikan tidak akan mendapatkan izin dari petugas,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Perwira yang pernah menjabat Kapolsek Tugu ini menuturkan, kejadian di negara India harus bisa dijadikan pelajaran berharga bagi masyarakat bahwa pandemi Covid-19 tak boleh diremehkan.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Maka dari itu, kami bersama elemen pemerintah terus berupaya agar grafik Covid-19 di wilayah Bendungan tidak sampai naik. Mohon kerjasama yang baik agar Trenggalek kembali meraih zona hijau,” terangnya.

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari AKP Bambang, para undangan yang merupakan komunitas pekerja seni ini menyepakati mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Syukurlah. Teman-teman pekerja seni bisa menerima kondisi yang ada saat ini. Semoga tak sampai terjadi polemik berkepanjangan,” harap AKP Bambang.